Kemarin ada pelanggan yang sangat membanggakan dirinya dan pamer kartu
kreditnya (kartu utang) ada banyak gitu, wa sih senyum senyum saja dalam
hati wa nih orang dah ketinggalan jaman kali yah, buat apa kartu utang
punya dia di pamer pamerin? apa sih yang di banggakan dengan mempunyai
banyak hutang disana sini?
Kalau dia ada pamer surat deposit
satu mliyar rupiah ada 1 juta lembar tuh baru bener kali yahh! kartu
utang gitu buat apa pamer?
Kamis, 31 Maret 2011
Jumat, 25 Maret 2011
No. 5. TAṆḌULANĀLI-JĀTAKA.
No. 5.
TAṆḌULANĀLI-JĀTAKA.
"Dost ask how much a peck of rice is worth?"--This was told by the Master, whilst at Jetavana, about the Elder Udāyi, called the Dullard.
At that time the reverend Dabba, the Mallian, was manciple to the Brotherhood 1. When in the early morning Dabba was allotting the checks for rice, sometimes it was choice rice and sometimes it was an inferior quality which fell to the share of the Elder Udāyi. On days when he received the inferior quality, he used to make a commotion in the check-room, by demanding, "Is Dabba the only one who knows how to give out checks? Don't we know?" One day when he was making a commotion, they handed him the check-basket, saying, "Here! you give the checks out yourself to-day!" Thenceforth, it was Udāyi who gave out the checks to the Brotherhood. But, in his distribution, he could not tell the best from the inferior rice; nor did he know what seniority 2 was entitled to the best rice and what to the inferior. So too, when he was making out the roster, he had not an idea of the seniority of the Brethren thereon. Consequently, when the Brethren took up their places, he made a mark on the ground or on the wall to shew that one detachment stood here, and another there. Next day there were fewer Brethren of one grade and more of another in the check-room; where there were fewer, the mark was too low down; where the number was greater, it was too high up. But Udāyi, quite ignorant of detachments, gave out the checks simply according to his old marks.
Hence, the Brethren said to him, "Friend Udāyi, the mark is too high up or too low down; the best rice is for those of such and such seniority, and the inferior quality for such and such others." But he put them back with the argument, "If this mark is where it is, what are you standing here for? Why am I to trust you? It's my mark I trust."
Then, the boys and novices [124] thrust him from the check-room, crying, "Friend Udāyi the Dullard, when you give out the checks, the Brethren are docked of what they ought to get; you're not fit to give them out; get you gone from here." Hereupon, a great uproar arose in the check-room.
Hearing the noise, the Master asked the Elder Ānanda, saying, "Ānanda, there is a great uproar in the check-room. What is the noise about?"
The Elder explained it all to the Buddha. "Ānanda," said he, "this is not the only time when Udāyi by his stupidity has robbed others of their profit; he did just the same thing in bygone times too."
The Elder asked the Blessed One for an explanation, and the Blessed One made clear what had been concealed by re-birth.
http://www.sacred-texts.com/bud/j1/j1008.htm
Quote
TAṆḌULANĀLI-JĀTAKA
“Berapakah kiranya nilai satu takaran beras?” dan
seterusnya. Kisah ini diceritakan Sang Guru ketika berada di
Jetawana, tentang Thera Udāyi, yang dipanggil si Dungu.
Pada masa itu, seorang bhikkhu bernama Dabba, dari suku Malla, bertugas mengatur pembagian persediaan bahan makanan untuk Sanggha21. Di pagi hari Dabba sedang menentukan beras untuk dibagikan, kadang-kadang beras pilihan dan kadang-kadang beras yang mutunya lebih rendah, yang diberikan kepada Bhikkhu Udāyi. Biasanya saat menerima beras yang mutunya lebih rendah, ia membuat kericuhan di ruang penyimpanan dengan berkata, “Apakah Dabba satu-satunya orang yang mengetahui cara menentukan beras? Bukankah kita semua juga bisa?” Suatu hari, saat ia ricuh, mereka menyerahkan keranjang periksa kepadanya dan berkata, “Ambillah! Mulai hari ini, engkau yang menentukan pembagian beras!” Sejak itu, Udāyi bertugas menentukan pembagian beras kepada bhikkhu Sanggha. Namun, dalam pembagian yang dilakukannya, ia tidak mengetahui perbedaan beras yang mutunya bagus dan beras yang mutunya lebih rendah; ia juga tidak tahu bhikkhu senior22 dengan kedudukan apa berhak mendapatkan beras dengan kualitas baik maupun beras dengan mutu yang lebih rendah. Karena itu, saat menyusun daftar nama, ia tidak mengetahui kesenioran kedudukan para bhikkhu. Akhirnya, saat para bhikkhu mengambil tempat, ia menandai lantai maupun dinding untuk menunjukkan pemisahan siapa yang berdiri di sini dan siapa yang berdiri di sana. Di kemudian hari, lebih sedikit bhikkhu pada tingkatan tertentu dan lebih banyak bhikkhu tingkatan yang lain; dimana dengan jumlah yang semakin sedikit, tanda itu semakin menurun, dan untuk jumlah yang bertambah banyak, tandanya juga mengalami kenaikan. Namun Udāyi yang tidak mengetahui tentang pemisahan itu, membagikan penentuan beras hanya menurut tanda lama yang ia buat.
Karena itu, para bhikkhu berkata kepadanya, “Awuso Udāyi, tanda yang engkau buat terlalu tinggi atau terlalu rendah; beras yang mutunya baik, diberikan kepada bhikkhu berkedudukan demikian dan beras yang mutunya lebih rendah diberikan kepada bhikkhu dengan kedudukan yang lain.” Namun ia menyanggah dengan alasan, “Tanda itu berada di tempat seharusnya ia berada. Jika bukan tempatmu, mengapa engkau berdiri di sana? Mengapa saya harus percaya padamu? Saya hanya percaya pada tanda yang saya buat.”
Para bhikkhu dan samanera [124] mendorongnya keluar dari tempat penyimpanan itu dan berteriak, “Temanku Udāyi yang dungu, karena pembagian yang kamu lakukan, para bhikkhu tidak mendapat apa yang seharusnya menjadi bagian mereka; kamu tidak cocok untuk melakukan tugas ini; pergilah dari sini!” Kegaduhan pun terjadi di ruang penyimpanan tersebut.
Mendengar keributan itu, Sang Guru bertanya pada Ānanda, “Ānanda, ada kegaduhan di ruang penyimpanan. Keributan apakah itu?”
Thera Ānanda menjelaskan kejadian tersebut pada Buddha. “Ānanda,” kata Beliau, “ini bukan pertama kalinya kebodohan Udāyi membuat ia merampas apa yang menjadi milik orang lain; ia juga melakukan hal yang sama di masa lampau.”
Ānanda meminta Bhagawan menjelaskan, kemudian Beliau menceritakan hal yang selama ini tidak Ananda ketahui dikarenakan kelahiran kembali.
http://www.scribd.com/doc/31483424/Jataka-Vol-1
cerita ini banyak keanehan nya, menurut kalian apakah sangha meributkan hal seperti ini? bila bukan anggota sangha atau umat pada umumnya mungkin atau wajar ada keributan seperti ini. coba bayangkan bila dari bhikku pemula sampai yang senior adalah arahat apakah akan terjadi keributan seperti ini? bukan nya kita makan untuk hidup dan bukan hidup untuk makan? kenapa kualitas beras yang dimakan untuk hidup menjadi persoalan dan menjadi sumber pertikaian dalam cerita ini?
[quote author=Indra link=topic=13269.msg334992#msg334992 date=1301146969]
hmm, bila di pertimbangkan dari cerita no 4 sampai cerita no 6 cerita no 5 ini aneh masa bhikku makan beras? mestinya kan makan nasi.
Rice memang bisa berarti beras atau nasi, tapi utk kasus di atas tidak tau alasan apakah yg membuat si penerjemah memilih kata beras dan bukan nasi.
Quote
Lagian kalau dapet beras tuh mesti di masak menjadi nasi jadi pertanyaan nya dapur vihara jetavana sebesar apa? apa bisa menampung 500 orang bhikku memasak beras menjadi nasi belum bahan bakarnya yaitu potongan kayu bakar bukan nya para bhikku di larang memotong/menebang pohon dan belum lagi mengolah sayur mayur atau lauk pauk nya kan mesti memakai pisau untuk memotong bahan makanan seperti timun dll, bukan nya para bhikku ini tidak boleh memotong biji bijian?
para bhikkhu tidak memasak makanan, para bhikkhu hanya menerima persembahan makanan siap santap, bukan bahan makanan mentah. jadi memang "beras" di situ sepertinya tidak tepat
[/quote]
Jumat, 04 Maret 2011
Banten tour 1 hari (minggu, 20 maret 2011)
Hari ini toko dapet selebaran tour lagi dari remaja tour.
Remaja tour
Jl Tubagus Angke no:123 jak-bar
telp:6302630- 91293658
Banten tour satu hari tanggal 20 maret 2011 minggu,
bla bla bla ... singkat kata, tour dalam acara memperingati Avalokitesvara yang jatuh pada JIE Gwee tanggal 21 maret 2011, mengadakan perjalann zairah ke vihara banten, vihara serpong, vihara pasar lama tangerang, vihara tanjung kait, vihara pasar baru tangerang.
jadwal perjalanan tour:
5:30 wib: peserta berkumpul di seberang perumahan permata kota
6:00 wib: peserta berangkat menuju vihara banten di dalam bus mendapat sarapan pagi.
10:00 wib: peserta menuju vihara serpong
11:30 wib: peserta menuju vihara vihara pasar lama tangerang.
12:00 wib: makan siang di restoran chinnese food tangerang
13:00 wib: peserta menuju vihara tanjung kait.
16:00 wib: peserta menuju vihara pasar baru tangerang.
17:30 wib: makan sore di rumah makan padang
18:00 wib: kembali ke jakarta.
Biaya Rp 160.000,- /Peserta
biaya termasuk:
-transportasi Bus ac blue star karaoke.
-makan pagi, siang dan sore.
untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi
*Sdr savano satrio BSc tlp (021) 91293658
*Remaja Tour tlp: (021)6302630
Remaja tour
Jl Tubagus Angke no:123 jak-bar
telp:6302630- 91293658
Banten tour satu hari tanggal 20 maret 2011 minggu,
bla bla bla ... singkat kata, tour dalam acara memperingati Avalokitesvara yang jatuh pada JIE Gwee tanggal 21 maret 2011, mengadakan perjalann zairah ke vihara banten, vihara serpong, vihara pasar lama tangerang, vihara tanjung kait, vihara pasar baru tangerang.
jadwal perjalanan tour:
5:30 wib: peserta berkumpul di seberang perumahan permata kota
6:00 wib: peserta berangkat menuju vihara banten di dalam bus mendapat sarapan pagi.
10:00 wib: peserta menuju vihara serpong
11:30 wib: peserta menuju vihara vihara pasar lama tangerang.
12:00 wib: makan siang di restoran chinnese food tangerang
13:00 wib: peserta menuju vihara tanjung kait.
16:00 wib: peserta menuju vihara pasar baru tangerang.
17:30 wib: makan sore di rumah makan padang
18:00 wib: kembali ke jakarta.
Biaya Rp 160.000,- /Peserta
biaya termasuk:
-transportasi Bus ac blue star karaoke.
-makan pagi, siang dan sore.
untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi
*Sdr savano satrio BSc tlp (021) 91293658
*Remaja Tour tlp: (021)6302630
Rabu, 02 Februari 2011
Tahun Kelinci Emas (logam) dan renungan dari Sasa jataka no 316 dari Jataka Athakata
Kebetulan sekali imlek tahun tanggal 3-2-2011 ini adalah dimulai nya tahun kelinci emas (logam) mari kita baca tentang tekad yang lebih kuat dari logam yang tidak takut leleh oleh api.
No. 316.
SASA-JĀTAKA.
“Tujuh ekor ikan merah,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang pemberian derma yang mencakup semua. Dikatakan, seorang tuan tanah di Savatthi, menyediakan semua keperluan bagi para Saṅgha (Sangha) yang dipimpin oleh Sang Buddha. Ia membangun sebuah paviliun di depan rumahnya dan mengundang semua rombongan anggota Sangha dan Sang Buddha sebagai pemimpin mereka. Ia memberikan tempat duduk yang elegan dan menyajikan pelbagai makanan lezat dan pilihan. Dan dengan berkata, “Datanglah kembali esok hari,” ia melayani mereka selama satu minggu penuh, dan pada hari ketujuh ia mempersembahkan semua keperluan kepada Sang Buddha dan kelima ratus bhikkhu yang mengikuti-Nya. Pada akhir persembahan tersebut, sebagai ucapan terima kasih, Beliau berkata, “Upasaka, Anda telah bertindak benar dalam memberikan kebahagiaan dan kenyamanan batin dengan pemberian derma ini. Karena ini juga merupakan kebiasaan dari orang bijak di masa lampau, yang mengorbankan dirinya sendiri untuk pengemis yang mereka jumpai, bahkan ia juga memberikan dagingnya sendiri kepadanya untuk dimakan.” Dan atas permintaan tuan tanah itu, Beliau menceritakan sebuah kisah masa lampau.
______________________________
Dahulu kala ketika Brahmadatta memerintah di Benares, Bodhisatta terlahir menjadi seekor kelinci dan tinggal di dalam hutan. Pada salah satu sisi hutan itu terdapat kaki gunung, pada sisi yang lain terdapat sebuah sungai, dan pada sisi yang ketiga terdapat sebuah desa perbatasan. Kelinci itu mempunyai tiga sahabat—seekor kera, seekor serigala dan seekor berang-berang. Keempat makhluk bijak ini tinggal bersama dan mereka masing-masing mencari makan di lahan mereka sendiri, dan berkumpul pada petang hari. Kelinci, dengan kebijaksanaannya, memberi wejangan berupa pemaparan kebenaran kepada ketiga sahabatnya, mengajari mereka untuk memberi derma (berdana), menjalankan latihan moralitas (sila), dan memperingati hari-hari suci. Sahabat-sahabatnya menerima wejangannya dan masing-masing pulang kembali ke tempat tinggal mereka di sisi-sisi hutan itu.
Pada suatu hari, Bodhisatta meninjau langit dan memandang bulan, mengetahui bahwa keesokan harinya adalah hari Uposatha. Kemudian ia berkata kepada para sahabatnya, “Besok adalah hari Uposatha. Marilah kita menjalankan sila dan laku Uposatha. Ia yang memberi derma disertai dengan menjalankan sila tentulah mendapatkan hasil perbuatan yang amat mulia. Oleh karena itu, berikanlah makanan kepada orang yang datang meminta kepada kalian dengan makanan dari tempat kalian sendiri. Mereka semua menyetujuinya dan kembali ke tempat tinggal masing-masing.
Pada keesokan paginya, berang-berang berangkat untuk mencari makanannya di tepi Sungai Gangga. Kala itu, seorang nelayan telah menangkap tujuh ekor ikan merah, mengikat ikanikan itu dengan tali pada satu ranting, menguburnya di dalam tanah di tepi sungai. Kemudian ia kembali mengarungi sungai ke bagian hilir untuk mendapatkan lebih banyak ikan. Berang-berang yang mencium bau ikan di dalam tanah, menggali tanah dan menemukannya. Ia menarik keluar ikan-ikan itu dan berkata dengan keras, sebanyak tiga kali, “Siapakah empunya ikan-ikan ini?” Karena tidak melihat siapa pun sebagai pemiliknya, berangberang, dengan menggigit ranting tersebut, membawa ikan-ikan itu ke hutan tempat ia tinggal dengan niat untuk memakannya pada waktu yang tepat, kemudian ia berbaring dan memikirkan tentang latihan moralnya.
Demikian halnya dengan serigala, ia juga berangkat untuk mencari makanan dan menemukan dua besi pemanggang, seekor kadal besar dan satu kendi dadih di dalam pondok seorang penjaga ladang. Setelah tiga kali berkata dengan keras, “Siapakah yang empunya benda-benda ini?” ia pun melingkarkan tali di lehernya untuk mengangkat kendi, membawa kadal dan besi pemanggang dengan cara menggigitnya. Ia membawa mereka ke sarangnya dan berpikir, “Saya akan memakan ini pada waktu yang tepat,” kemudian berbaring, memikirkan tentang latihan moralnya.
Demikian halnya juga dengan kera, ia pergi ke dalam hutan belantara dan mengumpulkan buah-buah mangga, kemudian membawanya kembali ke dalam hutan tempat ia tinggal dengan niat untuk memakannya pada waktu yang tepat. Ia pun berbaring sambil memikirkan tentang latihan moralnya.
Sedangkan Bodhisatta pada waktu yang sama keluar dari tempat tinggalnya, dengan tujuan untuk mendapatkan rumput kusa. Ketika ia berbaring di dalam hutan (tempat ia tinggal), pemikiran ini terlintas dalam benaknya, “Tidaklah mungkin bagiku untuk menawarkan rumput kepada orang yang datang meminta kepadaku nanti, dan saya juga tidak mempunyai minyak (wijen) atau beras, dan sebagainya. Jika ada orang yang datang meminta makanan kepadaku nanti, akan kuberikan dagingku sendiri kepadanya untuk dimakan.” Dikarenakan kekuatan kebajikannya ini, takhta marmer kuning Dewa Sakka menjadi panas. Sakka, dengan kekuatannya memindai, menemukan penyebabnya dan berniat untuk menguji si kelinci. Pertama-tama, ia pergi ke kediaman berang-berang, dalam samarannya sebagai seorang brahmana (petapa). Ketika ditanya mengapa ia berdiri di sana, ia menjawab, “Tuan yang bijak, jika saya bisa mendapatkan sesuatu untuk makan, maka saya akan dapat menjalankan laku Uposatha.” Berang-berang berkata, “Baiklah, saya akan memberikanmu makanan,” dan pada saat ia berbicara dengannya, ia mengulangi bait pertama berikut:
Tujuh ekor ikan merah yang kubawa pulang ke daratan dari Sungai Gangga,
wahai brahmana, makanlah ini sepuasnya, dan tinggallah di hutan ini.
Brahmana itu berkata, “Tunggulah sampai besok, saya akan mengambilnya.” Berikutnya, ia pergi ke kediaman serigala, ketika ditanya dengan pertanyaan yang sama, ia pun menjawab dengan jawaban yang sama. Serigala juga bersedia memberikannya makanan, dan pada saat berbicara dengannya, ia mengulangi bait kedua berikut:
Seekor kadal dan satu kendi dadih,
makan malam si penjaga,
dua besi pemanggang untuk memanggang daging yang kudapatkan ini:
Akan kuberikan kepadamu:
Wahai brahmana, makanlah ini sepuasnya,
dan tinggallah di hutan ini.
Brahmana itu berkata, “Tunggulah sampai besok, saya akan mengambilnya.” Kemudian, ia pergi ke kediaman kera, dan ketika ditanya dengan pertanyaan yang sama, ia pun menjawab dengan jawaban yang sama. Kera menawarkan makanan untuknya, dan pada saat berbicara dengannya, ia mengulangi bait ketiga berikut:
Aliran sungai yang dingin, buah mangga yang ranum,
tempat teduh yang menyenangkan di hutan,
wahai Brahmana, makanlah ini sepuasnya,
dan tinggallah di hutan ini.
Brahmana itu berkata, “Tunggulah sampai besok, saya akan mengambilnya.” Kemudian ia pergi ke kediaman si kelinci bijak, dan ketika ditanya mengapa ia berdiri di sana, ia pun menjawab dengan jawaban yang sama seperti sebelumnya. Bodhisatta merasa sangat gembira mendengar apa yang ia inginkan, dan berkata, “Brahmana, Anda telah melakukan hal yang benar dengan datang meminta makanan kepadaku. Hari ini akan kuberikan kepadamu persembahan yang belum pernah kuberikan sebelumnya, tetapi Anda tidak akan melanggar sila dengan mengambil nyawa hewan. Teman, pergilah dan sesudah Anda mengumpulkan kayu bakar dan menyalakan api, datanglah kembali ke sini dan beri tahu saya, saya akan mengorbankan diriku sendiri dengan melompat ke dalam api. Bilamana dagingku telah terpanggang (cukup matang), makanlah sesukamu dan jalankanlah kewajibanmu sebagai seorang petapa.” Demikian si kelinci berbicara kepadanya dan mengucapkan bait keempat berikut:
Bukan wijen, bukan kacang-kacangan,
bukan pula beras yang kumiliki sebagai makanan untuk didermakan,
melainkan kukorbankan dagingku sendiri untuk dipanggang dalam api,
jika Anda ingin tinggal di hutan ini bersama kami.
Setelah mendengar apa yang dikatakannya, dengan kesaktiannya, Sakka memunculkan satu tumpukan bara api yang berkobar-kobar dan memberi tahu Bodhisatta. Setelah bangkit dari ranjang rumput kusanya dan datang ke tempat itu, kelinci mengibas-ngibaskan tubuhnya tiga kali agar serangga-serangga kecil atau kutu-kutu di tubuhnya tidak mati, ikut terbakar. Kemudian untuk mempersembahkan seluruh tubuhnya sebagai derma, ia melompat masuk ke dalam tumpukan bara api dalam kegembiraannya, seperti seekor angsa yang terbang turun ke tumpukan terata. Tetapi kobaran api itu tidak mampu membakarnya, bahkan tak sehelai rambutnya pun terbakar, dan ia seolah-olah seperti masuk ke dalam sebuah tempat yang sangat dingin. Kemudian ia menyapa Sakka dengan kata-kata berikut: “Brahmana, api yang Anda nyalakan ini sedingin es: api ini tidak membakar tubuhku, bahkan tak sehelai rambutku pun terbakar. Apa arti semua ini?” “Tuan yang bijak,” jawabnya, “saya bukanlah seorang brahmana, saya adalah Dewa Sakka dan saya datang untuk menguji kebajikanmu.” Kemudian Bodhisatta berkata, “Sakka, bukan hanya dirimu, jika seluruh penghuni dunia ini mengujiku dalam hal berdana, mereka tidak akan menemukan keengganan dalam diriku untuk memberi,” dan setelah mengucapkan kata-kata ini, Bodhisatta mengeluarkan jeritan kebahagiaan seperti auman seekor singa. Kemudian Sakka berkata Bodhisatta, “Wahai kelinci bijak, biarlah kebajikanmu ini dikenal selama waktu yang tak terhitung lamanya.” Setelah meremas sebuah gunung dan mengambil sarinya, Sakka membuat gambar seekor kelinci di bagian tengah bulan. Kemudian setelah mengembalikan kelinci pada ranjang rumput kusa, ia pun kembali ke kediamannya di alam dewa. Keempat makhluk bijak itu tinggal bersama dengan bahagia dan harmonis, menjalankan sila dan memperingati hari-hari suci, sampai akhirnya mereka terpisah untuk menuai hasil sesuai perbuatan mereka masing-masing.
______________________________
Sang Guru, setelah selesai menyampaikan uraian-Nya, memaklumkan kebenarannya dan mempertautkan kisah kelahiran ini:—Di akhir kebenarannya, tuan tanah yang berdana semua keperluan itu mencapai tingkat kesucian Sotāpanna (Sotapanna):— Pada masa itu, Ānanda adalah berang-berang, Mogallāna adalah serigala, Sāriputta adalah kera, dan saya sendiri adalah si kelinci bijak.”
http://www.scribd.com/doc/31485137/Jataka-Vol-3
page/halaman 39
No. 316.
SASA-JĀTAKA.
“Tujuh ekor ikan merah,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang pemberian derma yang mencakup semua. Dikatakan, seorang tuan tanah di Savatthi, menyediakan semua keperluan bagi para Saṅgha (Sangha) yang dipimpin oleh Sang Buddha. Ia membangun sebuah paviliun di depan rumahnya dan mengundang semua rombongan anggota Sangha dan Sang Buddha sebagai pemimpin mereka. Ia memberikan tempat duduk yang elegan dan menyajikan pelbagai makanan lezat dan pilihan. Dan dengan berkata, “Datanglah kembali esok hari,” ia melayani mereka selama satu minggu penuh, dan pada hari ketujuh ia mempersembahkan semua keperluan kepada Sang Buddha dan kelima ratus bhikkhu yang mengikuti-Nya. Pada akhir persembahan tersebut, sebagai ucapan terima kasih, Beliau berkata, “Upasaka, Anda telah bertindak benar dalam memberikan kebahagiaan dan kenyamanan batin dengan pemberian derma ini. Karena ini juga merupakan kebiasaan dari orang bijak di masa lampau, yang mengorbankan dirinya sendiri untuk pengemis yang mereka jumpai, bahkan ia juga memberikan dagingnya sendiri kepadanya untuk dimakan.” Dan atas permintaan tuan tanah itu, Beliau menceritakan sebuah kisah masa lampau.
______________________________
Dahulu kala ketika Brahmadatta memerintah di Benares, Bodhisatta terlahir menjadi seekor kelinci dan tinggal di dalam hutan. Pada salah satu sisi hutan itu terdapat kaki gunung, pada sisi yang lain terdapat sebuah sungai, dan pada sisi yang ketiga terdapat sebuah desa perbatasan. Kelinci itu mempunyai tiga sahabat—seekor kera, seekor serigala dan seekor berang-berang. Keempat makhluk bijak ini tinggal bersama dan mereka masing-masing mencari makan di lahan mereka sendiri, dan berkumpul pada petang hari. Kelinci, dengan kebijaksanaannya, memberi wejangan berupa pemaparan kebenaran kepada ketiga sahabatnya, mengajari mereka untuk memberi derma (berdana), menjalankan latihan moralitas (sila), dan memperingati hari-hari suci. Sahabat-sahabatnya menerima wejangannya dan masing-masing pulang kembali ke tempat tinggal mereka di sisi-sisi hutan itu.
Pada suatu hari, Bodhisatta meninjau langit dan memandang bulan, mengetahui bahwa keesokan harinya adalah hari Uposatha. Kemudian ia berkata kepada para sahabatnya, “Besok adalah hari Uposatha. Marilah kita menjalankan sila dan laku Uposatha. Ia yang memberi derma disertai dengan menjalankan sila tentulah mendapatkan hasil perbuatan yang amat mulia. Oleh karena itu, berikanlah makanan kepada orang yang datang meminta kepada kalian dengan makanan dari tempat kalian sendiri. Mereka semua menyetujuinya dan kembali ke tempat tinggal masing-masing.
Pada keesokan paginya, berang-berang berangkat untuk mencari makanannya di tepi Sungai Gangga. Kala itu, seorang nelayan telah menangkap tujuh ekor ikan merah, mengikat ikanikan itu dengan tali pada satu ranting, menguburnya di dalam tanah di tepi sungai. Kemudian ia kembali mengarungi sungai ke bagian hilir untuk mendapatkan lebih banyak ikan. Berang-berang yang mencium bau ikan di dalam tanah, menggali tanah dan menemukannya. Ia menarik keluar ikan-ikan itu dan berkata dengan keras, sebanyak tiga kali, “Siapakah empunya ikan-ikan ini?” Karena tidak melihat siapa pun sebagai pemiliknya, berangberang, dengan menggigit ranting tersebut, membawa ikan-ikan itu ke hutan tempat ia tinggal dengan niat untuk memakannya pada waktu yang tepat, kemudian ia berbaring dan memikirkan tentang latihan moralnya.
Demikian halnya dengan serigala, ia juga berangkat untuk mencari makanan dan menemukan dua besi pemanggang, seekor kadal besar dan satu kendi dadih di dalam pondok seorang penjaga ladang. Setelah tiga kali berkata dengan keras, “Siapakah yang empunya benda-benda ini?” ia pun melingkarkan tali di lehernya untuk mengangkat kendi, membawa kadal dan besi pemanggang dengan cara menggigitnya. Ia membawa mereka ke sarangnya dan berpikir, “Saya akan memakan ini pada waktu yang tepat,” kemudian berbaring, memikirkan tentang latihan moralnya.
Demikian halnya juga dengan kera, ia pergi ke dalam hutan belantara dan mengumpulkan buah-buah mangga, kemudian membawanya kembali ke dalam hutan tempat ia tinggal dengan niat untuk memakannya pada waktu yang tepat. Ia pun berbaring sambil memikirkan tentang latihan moralnya.
Sedangkan Bodhisatta pada waktu yang sama keluar dari tempat tinggalnya, dengan tujuan untuk mendapatkan rumput kusa. Ketika ia berbaring di dalam hutan (tempat ia tinggal), pemikiran ini terlintas dalam benaknya, “Tidaklah mungkin bagiku untuk menawarkan rumput kepada orang yang datang meminta kepadaku nanti, dan saya juga tidak mempunyai minyak (wijen) atau beras, dan sebagainya. Jika ada orang yang datang meminta makanan kepadaku nanti, akan kuberikan dagingku sendiri kepadanya untuk dimakan.” Dikarenakan kekuatan kebajikannya ini, takhta marmer kuning Dewa Sakka menjadi panas. Sakka, dengan kekuatannya memindai, menemukan penyebabnya dan berniat untuk menguji si kelinci. Pertama-tama, ia pergi ke kediaman berang-berang, dalam samarannya sebagai seorang brahmana (petapa). Ketika ditanya mengapa ia berdiri di sana, ia menjawab, “Tuan yang bijak, jika saya bisa mendapatkan sesuatu untuk makan, maka saya akan dapat menjalankan laku Uposatha.” Berang-berang berkata, “Baiklah, saya akan memberikanmu makanan,” dan pada saat ia berbicara dengannya, ia mengulangi bait pertama berikut:
Tujuh ekor ikan merah yang kubawa pulang ke daratan dari Sungai Gangga,
wahai brahmana, makanlah ini sepuasnya, dan tinggallah di hutan ini.
Brahmana itu berkata, “Tunggulah sampai besok, saya akan mengambilnya.” Berikutnya, ia pergi ke kediaman serigala, ketika ditanya dengan pertanyaan yang sama, ia pun menjawab dengan jawaban yang sama. Serigala juga bersedia memberikannya makanan, dan pada saat berbicara dengannya, ia mengulangi bait kedua berikut:
Seekor kadal dan satu kendi dadih,
makan malam si penjaga,
dua besi pemanggang untuk memanggang daging yang kudapatkan ini:
Akan kuberikan kepadamu:
Wahai brahmana, makanlah ini sepuasnya,
dan tinggallah di hutan ini.
Brahmana itu berkata, “Tunggulah sampai besok, saya akan mengambilnya.” Kemudian, ia pergi ke kediaman kera, dan ketika ditanya dengan pertanyaan yang sama, ia pun menjawab dengan jawaban yang sama. Kera menawarkan makanan untuknya, dan pada saat berbicara dengannya, ia mengulangi bait ketiga berikut:
Aliran sungai yang dingin, buah mangga yang ranum,
tempat teduh yang menyenangkan di hutan,
wahai Brahmana, makanlah ini sepuasnya,
dan tinggallah di hutan ini.
Brahmana itu berkata, “Tunggulah sampai besok, saya akan mengambilnya.” Kemudian ia pergi ke kediaman si kelinci bijak, dan ketika ditanya mengapa ia berdiri di sana, ia pun menjawab dengan jawaban yang sama seperti sebelumnya. Bodhisatta merasa sangat gembira mendengar apa yang ia inginkan, dan berkata, “Brahmana, Anda telah melakukan hal yang benar dengan datang meminta makanan kepadaku. Hari ini akan kuberikan kepadamu persembahan yang belum pernah kuberikan sebelumnya, tetapi Anda tidak akan melanggar sila dengan mengambil nyawa hewan. Teman, pergilah dan sesudah Anda mengumpulkan kayu bakar dan menyalakan api, datanglah kembali ke sini dan beri tahu saya, saya akan mengorbankan diriku sendiri dengan melompat ke dalam api. Bilamana dagingku telah terpanggang (cukup matang), makanlah sesukamu dan jalankanlah kewajibanmu sebagai seorang petapa.” Demikian si kelinci berbicara kepadanya dan mengucapkan bait keempat berikut:
Bukan wijen, bukan kacang-kacangan,
bukan pula beras yang kumiliki sebagai makanan untuk didermakan,
melainkan kukorbankan dagingku sendiri untuk dipanggang dalam api,
jika Anda ingin tinggal di hutan ini bersama kami.
Setelah mendengar apa yang dikatakannya, dengan kesaktiannya, Sakka memunculkan satu tumpukan bara api yang berkobar-kobar dan memberi tahu Bodhisatta. Setelah bangkit dari ranjang rumput kusanya dan datang ke tempat itu, kelinci mengibas-ngibaskan tubuhnya tiga kali agar serangga-serangga kecil atau kutu-kutu di tubuhnya tidak mati, ikut terbakar. Kemudian untuk mempersembahkan seluruh tubuhnya sebagai derma, ia melompat masuk ke dalam tumpukan bara api dalam kegembiraannya, seperti seekor angsa yang terbang turun ke tumpukan terata. Tetapi kobaran api itu tidak mampu membakarnya, bahkan tak sehelai rambutnya pun terbakar, dan ia seolah-olah seperti masuk ke dalam sebuah tempat yang sangat dingin. Kemudian ia menyapa Sakka dengan kata-kata berikut: “Brahmana, api yang Anda nyalakan ini sedingin es: api ini tidak membakar tubuhku, bahkan tak sehelai rambutku pun terbakar. Apa arti semua ini?” “Tuan yang bijak,” jawabnya, “saya bukanlah seorang brahmana, saya adalah Dewa Sakka dan saya datang untuk menguji kebajikanmu.” Kemudian Bodhisatta berkata, “Sakka, bukan hanya dirimu, jika seluruh penghuni dunia ini mengujiku dalam hal berdana, mereka tidak akan menemukan keengganan dalam diriku untuk memberi,” dan setelah mengucapkan kata-kata ini, Bodhisatta mengeluarkan jeritan kebahagiaan seperti auman seekor singa. Kemudian Sakka berkata Bodhisatta, “Wahai kelinci bijak, biarlah kebajikanmu ini dikenal selama waktu yang tak terhitung lamanya.” Setelah meremas sebuah gunung dan mengambil sarinya, Sakka membuat gambar seekor kelinci di bagian tengah bulan. Kemudian setelah mengembalikan kelinci pada ranjang rumput kusa, ia pun kembali ke kediamannya di alam dewa. Keempat makhluk bijak itu tinggal bersama dengan bahagia dan harmonis, menjalankan sila dan memperingati hari-hari suci, sampai akhirnya mereka terpisah untuk menuai hasil sesuai perbuatan mereka masing-masing.
______________________________
Sang Guru, setelah selesai menyampaikan uraian-Nya, memaklumkan kebenarannya dan mempertautkan kisah kelahiran ini:—Di akhir kebenarannya, tuan tanah yang berdana semua keperluan itu mencapai tingkat kesucian Sotāpanna (Sotapanna):— Pada masa itu, Ānanda adalah berang-berang, Mogallāna adalah serigala, Sāriputta adalah kera, dan saya sendiri adalah si kelinci bijak.”
http://www.scribd.com/doc/31485137/Jataka-Vol-3
page/halaman 39
Kamis, 13 Januari 2011
Hoshi, Japanese Healthy Bread
wah, tadi baru dari central park belanja minyak goreng ke carefour.
lalu ke Hoshi japanese healthy bread tidak jauh dari carefour lohh( LT.LG-107)
Mau beli roti Elmo( roti coklat) sayang sudah habis dah, jadi beli roti yang lain Aici chiken egg dan Taro kaya pan.
Sebenarnya dah sering kesini beli roti, dulu pas pertama beli atau kedua yahh ada pemuda yang bukan pegawai (kalau pegawai pake seragam) masuk ke area kasir dan menjadi kasir sementara nah pemuda ini kebetulan mengenakan liontin Buddha yang di bagikan Vihara Ekayana Graha pas hari waisak 2010 lalu.
Jadi tadi sambil beli roti tanya pemilik nya Buddhis yahh iya kata kasir pemilik nya adalah bapak Fabian, jadi kalau anda sedang jalan jalan ke Central park mampir yah ke Hoshi japanese healthy bread, kue nya enak enak lohh
bila kita mendukung usaha Buddhis tentunya kita juga secara tidak langsung mendukung orang lain untuk melakukan jalan mulia berunsur delapan. Tentunya ini juga hanya harapan saja tergantung orang nya juga.
Hoshi
Japanese healthy bread.
Mall Central Park LT.LG-107
JL. Let. Jend S. Parman Kav-28
Jakarta Barat 11470
Telp:(021) 56985267
wah sekalian di tambah tadi buka buka dc ada gambar ini
lalu ke Hoshi japanese healthy bread tidak jauh dari carefour lohh( LT.LG-107)
Mau beli roti Elmo( roti coklat) sayang sudah habis dah, jadi beli roti yang lain Aici chiken egg dan Taro kaya pan.
Sebenarnya dah sering kesini beli roti, dulu pas pertama beli atau kedua yahh ada pemuda yang bukan pegawai (kalau pegawai pake seragam) masuk ke area kasir dan menjadi kasir sementara nah pemuda ini kebetulan mengenakan liontin Buddha yang di bagikan Vihara Ekayana Graha pas hari waisak 2010 lalu.
Jadi tadi sambil beli roti tanya pemilik nya Buddhis yahh iya kata kasir pemilik nya adalah bapak Fabian, jadi kalau anda sedang jalan jalan ke Central park mampir yah ke Hoshi japanese healthy bread, kue nya enak enak lohh
bila kita mendukung usaha Buddhis tentunya kita juga secara tidak langsung mendukung orang lain untuk melakukan jalan mulia berunsur delapan. Tentunya ini juga hanya harapan saja tergantung orang nya juga.
Hoshi
Japanese healthy bread.
Mall Central Park LT.LG-107
JL. Let. Jend S. Parman Kav-28
Jakarta Barat 11470
Telp:(021) 56985267
wah sekalian di tambah tadi buka buka dc ada gambar ini
Selasa, 11 Januari 2011
Buddhis forum yang ku ikuti
well, sekarang ini setidak nya cukup banyak forum buddhis di indonesia yang aktif ketika dulu pada tahun 2003 banyak forum yang bisa di katakan mati suri atau mati.
sehingga pilihan ku terpaksa mencari forum buddhis di luar indonesia yaitu
pilihan ku jatuh pada http://www.e-sangha.com/ ini adalah forum pertama yang ku ikuti tetapi akhirnya forum ini berakhir terkena serangan / kena hack (mungkin juga kena hack oleh pemerintahaan china) karena di forum banyak anggota yang cukup aktif mendukung mendukung Dalai Lhama.
disini juga aku melakukan bloging pertama, pertama sih sekadar iseng iseng saja seperti buku harian apa yang ku minat biasa di tulis, sangat di sayang kan tulisan nya hilang seiring rusaknya data e-sangha ( wa tidak punya back up lagi)
sedangkan pada waktu itu ada forum buddhis lain nya tetapi minta ip adres dll ( lah wong daku ini mengakses nya melalui warnet jadi susah mengikuti permintaan aturan forum buddhis lain nya)
forum international ke dua adalah
http://www.freesangha.com/forums/
forum ini sekarang masih sepi atau tidak seaktif forum e-sangha.
forum indonesia yang pertama ku ketahui adalah
http://www.secangkirteh.com/
http://secangkirteh.com/index.php?action=forum
karena terjadi perombakan dll, forum ini jadi kurang begitu aktif
dari secangkir teh kemudian ada rujukkan ke forum
http://dhammacitta.org/
http://dhammacitta.org/forum/
forum teraktif yang ku ikuti, bagi non anggota bisa tetap membaca atau mengakses informasi yang ada di forum.
kemudian mendapat akses ke forum buddhayana
www.buddhayana.or.id/
http://www.buddhayana.or.id/GForum.php
forum ini masih terbilang baru sayang nya sering tidak bisa di akses
kemudian ada forum bagi theravada indonesia:
http://dhammacakka.org/
http://www.dhammacakka.org/forum/
forum ini terlihat cukup aktif tetapi kadang kadang tidak bisa diakses.
kemudian ada forum Wihara.com
http://www.wihara.com/forum/
forum ini bagi ku masih termasuk baru, untuk membaca isi forum harus menjadi anggota terlebih dahulu tidak bisa di baca tanpa menjadi anggota, terkesan lebih tertutup atau eksklusif.
sehingga pilihan ku terpaksa mencari forum buddhis di luar indonesia yaitu
pilihan ku jatuh pada http://www.e-sangha.com/ ini adalah forum pertama yang ku ikuti tetapi akhirnya forum ini berakhir terkena serangan / kena hack (mungkin juga kena hack oleh pemerintahaan china) karena di forum banyak anggota yang cukup aktif mendukung mendukung Dalai Lhama.
disini juga aku melakukan bloging pertama, pertama sih sekadar iseng iseng saja seperti buku harian apa yang ku minat biasa di tulis, sangat di sayang kan tulisan nya hilang seiring rusaknya data e-sangha ( wa tidak punya back up lagi)
sedangkan pada waktu itu ada forum buddhis lain nya tetapi minta ip adres dll ( lah wong daku ini mengakses nya melalui warnet jadi susah mengikuti permintaan aturan forum buddhis lain nya)
forum international ke dua adalah
http://www.freesangha.com/forums/
forum ini sekarang masih sepi atau tidak seaktif forum e-sangha.
forum indonesia yang pertama ku ketahui adalah
http://www.secangkirteh.com/
http://secangkirteh.com/index.php?action=forum
karena terjadi perombakan dll, forum ini jadi kurang begitu aktif
dari secangkir teh kemudian ada rujukkan ke forum
http://dhammacitta.org/
http://dhammacitta.org/forum/
forum teraktif yang ku ikuti, bagi non anggota bisa tetap membaca atau mengakses informasi yang ada di forum.
kemudian mendapat akses ke forum buddhayana
www.buddhayana.or.id/
http://www.buddhayana.or.id/GForum.php
forum ini masih terbilang baru sayang nya sering tidak bisa di akses
kemudian ada forum bagi theravada indonesia:
http://dhammacakka.org/
http://www.dhammacakka.org/forum/
forum ini terlihat cukup aktif tetapi kadang kadang tidak bisa diakses.
kemudian ada forum Wihara.com
http://www.wihara.com/forum/
forum ini bagi ku masih termasuk baru, untuk membaca isi forum harus menjadi anggota terlebih dahulu tidak bisa di baca tanpa menjadi anggota, terkesan lebih tertutup atau eksklusif.
Senin, 10 Januari 2011
Tour keliling 8 vihara dalam satu hari ( Tour around 8 vihara in a day) by Remaja tour (kamis, 10 -feb -2011)
Aku mendapat selebaran di toko tentang tour keliling 8 vihara dalam satu hari, hal ini merupakan tradisi masyarakat kita ( khusus nya di jakarta, tidak tahu tempat lain ada acara keliling 8 vihara ini tidak)
Remaja tour
jl tubagus angke no123, jakarta barat tlp 6302630- 91293658.
namo buddhaya,
selamat tahun baru imlek 2562 setelah kung si fat cai, kita mengunjungi ke 8 vihara yang jatuh pada cia gwee 8, tanggal 10 feb 2011 hari kamis wage
remaja tour mengadakan perjalanan zairah ke 8 vihara.
jadwal perjalann tour sebagai berikut
pukul:
5:30 wib peserta berkumpul di remaja salon (seberang uni lever/ruko permata)
6:30 wib peserta berangkat ke vihara banten
10:30 wib ke vihara serpong
11:30 wib ke vihara pasar lama- tangerang
12:00 wib peserta makan siang di resto chinese food
13:00 wib ke vihara pasar baru tangerang
14:30 wib ke vihara pluit pinggir tol
15:00 wib ke vihara teluk gong
16:00 wib ke vihara lodan
17:00 wib ke vihara ancol pasir putih
17:30 wib makan sore di rumah makan padang
biaya :160.000 (seratus enam puluh ribu rupiah)
biaya sudah termasuk transportasi bus ac blue star karaoke (seat 2-2)
makan pagi siang dan sore.
pendaftaran paling lambat 5 feb 2011
untuk informasi lebih lanjut dpt menghubungi
remaja tour tlp 021-6302630
sdr savano satrio,Bsac 021-91293658
sujadi rusli 085288187030.
menurut pendapat ku memang sebaiknya tour seperti ini lebih teroganisasi kedepan nya( masa depan) hingga memungkin kan terjadi penghematan entah pengguna hio, bunga dan penghematan bahan bakar dan mungkin penghematan lain nya. coba banyangkan bila ada 80 orang yang mengikuti acara keliling 8 vihara ini dengan kendaran pribadi mereka masing masing
Remaja tour
jl tubagus angke no123, jakarta barat tlp 6302630- 91293658.
namo buddhaya,
selamat tahun baru imlek 2562 setelah kung si fat cai, kita mengunjungi ke 8 vihara yang jatuh pada cia gwee 8, tanggal 10 feb 2011 hari kamis wage
remaja tour mengadakan perjalanan zairah ke 8 vihara.
jadwal perjalann tour sebagai berikut
pukul:
5:30 wib peserta berkumpul di remaja salon (seberang uni lever/ruko permata)
6:30 wib peserta berangkat ke vihara banten
10:30 wib ke vihara serpong
11:30 wib ke vihara pasar lama- tangerang
12:00 wib peserta makan siang di resto chinese food
13:00 wib ke vihara pasar baru tangerang
14:30 wib ke vihara pluit pinggir tol
15:00 wib ke vihara teluk gong
16:00 wib ke vihara lodan
17:00 wib ke vihara ancol pasir putih
17:30 wib makan sore di rumah makan padang
biaya :160.000 (seratus enam puluh ribu rupiah)
biaya sudah termasuk transportasi bus ac blue star karaoke (seat 2-2)
makan pagi siang dan sore.
pendaftaran paling lambat 5 feb 2011
untuk informasi lebih lanjut dpt menghubungi
remaja tour tlp 021-6302630
sdr savano satrio,Bsac 021-91293658
sujadi rusli 085288187030.
menurut pendapat ku memang sebaiknya tour seperti ini lebih teroganisasi kedepan nya( masa depan) hingga memungkin kan terjadi penghematan entah pengguna hio, bunga dan penghematan bahan bakar dan mungkin penghematan lain nya. coba banyangkan bila ada 80 orang yang mengikuti acara keliling 8 vihara ini dengan kendaran pribadi mereka masing masing
Minggu, 09 Januari 2011
Bom garam atau salt bom di makanan sekitar kita
well, kita telah belajar bahwa sesungguh nya kecap manis yang di jual di luar menggandung banyak garam hingga bagi penderita hipertensi sebaiknya menggunakan kecap manis yang di buat khusus.
tapi bagi kita masyarakat biasa kita juga terbiasa memakan makanan yang mengandung kadar garam luar biasa tinggi bagai kan di bom oleh garam, mari kita tengok sedikit makanan yang mengandung bom garam di sekitar kita.
*Garam pada semangkok Bakso:
wah, ini makanan favorit aye juga dulu sebelum ikut vegetarian wah pas ngebakso pake kecap manis nya luar biasa sampai kuah nya berubah warna jadi tidak dapat tembus pandang lagi saking banyak nya memakai kecap manis.
mari kita sedikit menelusuri pembuatan bakso, daging di cincang di kasih sedikit garam(NaCl)biar enak kasih mono sodium glutamet ( ini mengandung Na juga) biar awet ada beberapa yang menambahkan Na- benzoat ( Na lagi lohh) jadi bakso, pedagang bakso membuat kuah kaldu apa yang di berikan ke dalam kuah tersebut yahh betul garam (NaCl) dan lagi MSG( Na lagi lohh), mari kita likat mie nya pas pembuatan nya Mie ini pasti di kasih garam (NaCl lagi) dan air abu ( Na2CO3, wah Na lagi lohh ) , kita lihat si abang bakso meramu bakso pasti di mangkuk nya di berikan garam, msg, kecap asin setelah mie di letakan bakso di letakan dalam mangkuk, kuah kaldu di tuang kedalam mangkuk di berikan "kecap manis" ( ingat kecap manis yang di jual tidak hanya mengandung kadar NaCL yang tinggi tetapi juga mengandung MSG [sodium=Na], Na-benzoat) jadi deh ngebakso kadang di tambah cuka bagi yang senang asam dan sambel bagi yang senang pedas dan bagi yang suka manis kecap nya di tambah kan kedalam kuah kaldu tersebut hingga tidak tembus pandang, ini namanya semangkuk bom garam (salt bom) sodium bom bagi tubuh kita.
*Apakah hanya bakso saja lohh ada yang namanya "Nasi Goreng, Mie goreng, Bihun Goreng, Kwetiaw goreng"
Mari kita lihat apa yang di lakukan penjual mie tek tek atau penjual nasi goreng yang mendorong gerobak di gang gang rumah kita.
kita ambil contoh "Nasi Goreng" mari kita melihat sedikit bagaimana mereka memberi bumbu pada nasi goreng ini pertama kasih garam, kasih bumbu racikan mereka sendiri, dengan sendok sesudah itu kasih bumbu kaldu ( sapi / ayam )instan entah sasa/royco dll ( bumbu ini mengandung MSG dan Na- benzoat) setelah itu di tambahkan Msg lagi ( entah sasa, ajinomoto, dll) setelah di goreng di tambahkan "kecap manis".selamat mencoba nasi goreng anda yang penuh aneka garam ( ini juga bomb garam)
* apakah berhenti sampai di situ tidak mari kita lihat sop, soto, gulai kambing dll
mereka juga membuat seperti itu pada kaldu nya mereka sudah menambahkan garam juga msg ketika di hidangkan dengan kecap manis tidak tahan tuh banyak yang memberi kecap manis nya jor joran jadi lah bom garam lagi tidak lah heran bila sudah memakan makan ini tekanan darah mereka naik dan ada yang stroke sampai mencapai ajal nya atau cacat.
* kambing bakar/ sate kambing, apa lagi pada masa idul qurban
ketika mereka memanggang kambing ini diatas bara apai mereka memberi garam ke pada tusukaan sate ini kemudian di lumuri bumbu apa biasa yang ada di dapur adalah kecap manis, seperti kalian ketahui memanggang sate itu tidak cukup sekali melumuri nya dengan kecap manis tapi berkali kali hingga kering terus menerus, ketika di hidangkan bumbu sate kambing adalah bumbu kecap ( kecap , cabai rawit yang di iris iris dan bawang merah dan kadang bersama irisan tomat), tau panggangan daging kalian makan juga dengan cocolan sambel kecap, kalian memakan semua itu nah itulah bom garam yang kalian makan.
tentu nya masih banyak makan makan lain juga di luar sana yang mempunyai kemungkinan menjadi bom garam or slat bom ini, kita hanya membahas sedikit di sekitar lingkungan kita. jadi berhati hati lah memakan makanan yang mengandung bom garam.
tapi bagi kita masyarakat biasa kita juga terbiasa memakan makanan yang mengandung kadar garam luar biasa tinggi bagai kan di bom oleh garam, mari kita tengok sedikit makanan yang mengandung bom garam di sekitar kita.
*Garam pada semangkok Bakso:
wah, ini makanan favorit aye juga dulu sebelum ikut vegetarian wah pas ngebakso pake kecap manis nya luar biasa sampai kuah nya berubah warna jadi tidak dapat tembus pandang lagi saking banyak nya memakai kecap manis.
mari kita sedikit menelusuri pembuatan bakso, daging di cincang di kasih sedikit garam(NaCl)biar enak kasih mono sodium glutamet ( ini mengandung Na juga) biar awet ada beberapa yang menambahkan Na- benzoat ( Na lagi lohh) jadi bakso, pedagang bakso membuat kuah kaldu apa yang di berikan ke dalam kuah tersebut yahh betul garam (NaCl) dan lagi MSG( Na lagi lohh), mari kita likat mie nya pas pembuatan nya Mie ini pasti di kasih garam (NaCl lagi) dan air abu ( Na2CO3, wah Na lagi lohh ) , kita lihat si abang bakso meramu bakso pasti di mangkuk nya di berikan garam, msg, kecap asin setelah mie di letakan bakso di letakan dalam mangkuk, kuah kaldu di tuang kedalam mangkuk di berikan "kecap manis" ( ingat kecap manis yang di jual tidak hanya mengandung kadar NaCL yang tinggi tetapi juga mengandung MSG [sodium=Na], Na-benzoat) jadi deh ngebakso kadang di tambah cuka bagi yang senang asam dan sambel bagi yang senang pedas dan bagi yang suka manis kecap nya di tambah kan kedalam kuah kaldu tersebut hingga tidak tembus pandang, ini namanya semangkuk bom garam (salt bom) sodium bom bagi tubuh kita.
*Apakah hanya bakso saja lohh ada yang namanya "Nasi Goreng, Mie goreng, Bihun Goreng, Kwetiaw goreng"
Mari kita lihat apa yang di lakukan penjual mie tek tek atau penjual nasi goreng yang mendorong gerobak di gang gang rumah kita.
kita ambil contoh "Nasi Goreng" mari kita melihat sedikit bagaimana mereka memberi bumbu pada nasi goreng ini pertama kasih garam, kasih bumbu racikan mereka sendiri, dengan sendok sesudah itu kasih bumbu kaldu ( sapi / ayam )instan entah sasa/royco dll ( bumbu ini mengandung MSG dan Na- benzoat) setelah itu di tambahkan Msg lagi ( entah sasa, ajinomoto, dll) setelah di goreng di tambahkan "kecap manis".selamat mencoba nasi goreng anda yang penuh aneka garam ( ini juga bomb garam)
* apakah berhenti sampai di situ tidak mari kita lihat sop, soto, gulai kambing dll
mereka juga membuat seperti itu pada kaldu nya mereka sudah menambahkan garam juga msg ketika di hidangkan dengan kecap manis tidak tahan tuh banyak yang memberi kecap manis nya jor joran jadi lah bom garam lagi tidak lah heran bila sudah memakan makan ini tekanan darah mereka naik dan ada yang stroke sampai mencapai ajal nya atau cacat.
* kambing bakar/ sate kambing, apa lagi pada masa idul qurban
ketika mereka memanggang kambing ini diatas bara apai mereka memberi garam ke pada tusukaan sate ini kemudian di lumuri bumbu apa biasa yang ada di dapur adalah kecap manis, seperti kalian ketahui memanggang sate itu tidak cukup sekali melumuri nya dengan kecap manis tapi berkali kali hingga kering terus menerus, ketika di hidangkan bumbu sate kambing adalah bumbu kecap ( kecap , cabai rawit yang di iris iris dan bawang merah dan kadang bersama irisan tomat), tau panggangan daging kalian makan juga dengan cocolan sambel kecap, kalian memakan semua itu nah itulah bom garam yang kalian makan.
tentu nya masih banyak makan makan lain juga di luar sana yang mempunyai kemungkinan menjadi bom garam or slat bom ini, kita hanya membahas sedikit di sekitar lingkungan kita. jadi berhati hati lah memakan makanan yang mengandung bom garam.
Jumat, 07 Januari 2011
Apakah "Kecap Manis" sehat? terutama bagi penderita hipertensi?
well, kita biasa menggunakan kecap manis sehari hari karena namanya manis kadang orang keliru dengan kecap asin yang di katakan tidak baik bagi penderita hipertensi.
Sesungguh nya bila kita memperhatikan proses pembuatan kecap manis maka kecap manis jauh lebih buruk daripada kecap asin lohh. sebuah hal yang tidak disangka sangka bukan ini lah kelirumologi di dunia makanan.
http://dapurmlandhing.dagdigdug.com/2008/05/12/membuat-kecap-sendiri/
Jadi untuk membuat kecap asin membutuh kan hanya 2 1/2 ons gula merah utk 1 liter dibanding dengan kecap manis yang membutuh kan 2 kg gula merah. Artinya di dalam kecap manis lebih banyak mineral tidak hanya garam ( yang pada awal resep bagian bahan membutuh kan 800 gr garam(NaCl) ) tapi juga mineral gula. sangat menipu bukan jadi bagi penderita hipertensi bila kecap asin adalah barang berbahaya maka kecap manis lebih berbahaya lagi jadi sebaiknya bagi penderita hipertensi tidak memakan kecap manis biasa yang umum di jual dan di gunakan di rumah makan atau penjual makanan.
jadi berhati hatilah dengan overdosis garam ketika mengkonsumsi "Kecap Manis", hmm... ini sih bukan hanya overdosisi garam tapi sudah menjadi bom garam or salt bomb maka banyak orang harus menahan diri dan bersikap lebih bijaksana dalam mengkonsumsi "Kecap Manis"
Catatan:
-Pembanding resep pembuatan kecap di malaysia
http://ms.wikipedia.org/wiki/Kicap
- Pada pembuatan kecap ini belum di tambahkan penguat rasa Monosodium glutamat ( sodium=Na) dan juga pengawet Na-benzoat (Na lagi lohh) seperti yang ada pada kecap yang di jual di pasar atau komersialkan.
Sesungguh nya bila kita memperhatikan proses pembuatan kecap manis maka kecap manis jauh lebih buruk daripada kecap asin lohh. sebuah hal yang tidak disangka sangka bukan ini lah kelirumologi di dunia makanan.
resep berasal dari:
BAHAN:
1 kg kedelai putih atau hitam
3 gr ragi tempe
3 lbr daun salam
2 btg serai
3 Daun jeruk 1 lembar
4 cm lengkuas
1 sdt pokak
6 kg gula merah
1 ½ lt air untuk melarutkan gula merah
800 gr garam untuk 4 liter air
CARA MEMBUAT:
Cuci kedelai dan rendam dalam 3 liter air selama satu malam. Kemudian rebus sampai kulit kedelai menjadi lunak. Tiriskan, dinginkan di tampah. Beri ragi tempe pada kedelai yang didinginkan. Aduk hingga rata dan simpan pada suhu ruang (25-30° Celcius) selama 3-5 hari. Setelah kedelai ditumbuhi jamur yang berwarna putih merata, tambahkan larutan garam. Tempatkan dalam suatu wadah dan biarkan selama 3-4 minggu pada suhu ruang. Batas maksimum proses penggaraman adalah dua bulan. Segera tuangkan air bersih, masak hingga mendidih lalu saring. Masukkan kembali hasil saringan, tambahkan gula merah dan bumbu-bumbu. Bumbu ini (kecuali daun salam, daun jeruk dan serai) digiling halus dulu dan campur hingga rata. Banyaknya pemakaian gula merah tergantung untuk kecap asin atau kecap manis (lihat: catatan). Setelah semua bumbu dicampurkan ke dalam hasil saringan, masak sambil terus diaduk-aduk. Perebusan dihentikan apabila sudah mendidih dan tidak berbentuk buih lagi. Setelah adonan tersebut masak, dinginkan dan saring dengan kain saring. Kecap siap untuk dikemas. CATATAN:
Penambahan gula merah untuk kecap manis setiap 1 ltr hasil saringan membutuhkan 2 kg gula merah. Penambahan gula merah untuk kecap asin setiap 1 ltr hasil saringan membutuhkan 2 1/2 ons gula merah. Pemberian ragi harus sesuai jumlahnya dengan banyaknya kedelai, agar tidak menimbulkan kegagalan jamur yang tumbuh. Setelah direbus dan ditiriskan, kedelai harus didinginkan dengan sempurna. Bila tidak ragi yang ditebarkan di atasnya akan mati. Bahan baku untuk pembuatan kecap, selain dari kacang kedelai dapat juga dari biji kecipir, dengan proses pembuatan yang sama.
http://dapurmlandhing.dagdigdug.com/2008/05/12/membuat-kecap-sendiri/
Jadi untuk membuat kecap asin membutuh kan hanya 2 1/2 ons gula merah utk 1 liter dibanding dengan kecap manis yang membutuh kan 2 kg gula merah. Artinya di dalam kecap manis lebih banyak mineral tidak hanya garam ( yang pada awal resep bagian bahan membutuh kan 800 gr garam(NaCl) ) tapi juga mineral gula. sangat menipu bukan jadi bagi penderita hipertensi bila kecap asin adalah barang berbahaya maka kecap manis lebih berbahaya lagi jadi sebaiknya bagi penderita hipertensi tidak memakan kecap manis biasa yang umum di jual dan di gunakan di rumah makan atau penjual makanan.
jadi berhati hatilah dengan overdosis garam ketika mengkonsumsi "Kecap Manis", hmm... ini sih bukan hanya overdosisi garam tapi sudah menjadi bom garam or salt bomb maka banyak orang harus menahan diri dan bersikap lebih bijaksana dalam mengkonsumsi "Kecap Manis"
Catatan:
-Pembanding resep pembuatan kecap di malaysia
http://ms.wikipedia.org/wiki/Kicap
- Pada pembuatan kecap ini belum di tambahkan penguat rasa Monosodium glutamat ( sodium=Na) dan juga pengawet Na-benzoat (Na lagi lohh) seperti yang ada pada kecap yang di jual di pasar atau komersialkan.
Kamis, 06 Januari 2011
Jasa pelayanan kedukaan (buddhis di jakarta)
well, selebaran yang dapat di toko ini menarik soal informasi jasa kedukaan di jakarta terutama setelah aku menjelajah sedikit internet ternyata bagi umat buddhis sendiri tidak terdapat pelayanan /jasa servic yang khusus bagi umat buddha. Agak menyedihkan memang atau pengetahuan ku terbatas jadi tidak mengetahui jasa pelayanan buat umat Buddhis.
jasa pelayanan kedukaan ini dari perkumpulan harapan kasih atau yayasan harapan kasih, yang menawarkan jasa pelayanan kedukaan untuk membantu bagi yang mengalami nya.
paket:
1. Silver iuran 100.000*, manfaat peti dan perlengkapan senilai Rp 15.000.000,-
2. Gold iuran 250.000*, manfaat peti dan perlengkapan senilai Rp 35.000.000,-
3. Platinum iuran 500.000*, manfaat peti dan perlengkapan senilai Rp 75.000.000,-
4. Titanium iuran 1.000.000*, manfaat peti dan perlengkapan senilai Rp 125.000.000,-
*) syarat dan ketentuan berlaku, ( dari hasil penelusuran yang silver ini rumah duka nya di tunjuk oleh yayasan harapan kasih/perkempulan harapan kasih jadi bisa di duga kebebasan memilih dll tergantung paket santunan yang di ambil)
fasilitas yang akan di peroleh:
* peti dan perlengkapan sesuai paket santunan yang di pilih.
* keleluasan memilih rumah duka, antara lain : atmajaya, dharmais, gatot soebroto, husada dan santo yusuf funeral home.
* 1 mobil jenazah untuk wilayah jatabek.
* video shooting "ungkapan kasih" anggota.
* kepengurusan 24 jam nonstop.
Syarat K eanggotaan:
1. usia masuk maksimum 70 tahun**
2. mengisi form keanggotaan.
3. fotokopi ktp yang masih berlaku.
4. membayar biaya administrasi pendaftaran ( aku sudah tanya saat ini biaya adaministrasi nya adalah sebesar Rp300.000,-)
**) untuk usia > 70 thun, dapat bergabung dengan iuran khusus
(comment ku:
ingat semua biaya dan perlengkapan adalah berdasarkan informasi saat ini biaya ini bisa mengalami inflasi.)
untuk informasi lebih lanjut silahkan menghubungi marketing kami, bergabung lah sekarang juga dengan kami dan dapatkan dukungan dari kami saat masalah kedukaan datang.
perkumpulan harapan kasih
jalan mangga besar VIII no 30, jakarta 11150, indonesia
telp:(021) 600 1234(hunting) fax:(021)6394546
bekerja sama dengan rumah duka atamajaya, rumah duka gatot subroto, rumah duka dharmais, krematorium Nirwana, Taman makam Quiling, Santo yusuf funeral home.
(wah aku sudah melakukan verifikasi sedikit ( menelpon ) mereka bisa melayani umat Buddha)
jasa pelayanan kedukaan ini dari perkumpulan harapan kasih atau yayasan harapan kasih, yang menawarkan jasa pelayanan kedukaan untuk membantu bagi yang mengalami nya.
banyak orang yang tidak siap dalam menghadapi masalah kedukaan yang menimpa diri mereka, sanak keluarga, kerabat, dll ( bla bla bla, singkat saja yahh)
perkumpulan harapan kasih memeberikan berbagai kemudahan dengan menawarkan 4 macam paket yang terjangkau
paket santunan; pembayaran iuran bulanan hanya selama 5 tahun untuk manfaat seumur hidup
paket:
1. Silver iuran 100.000*, manfaat peti dan perlengkapan senilai Rp 15.000.000,-
2. Gold iuran 250.000*, manfaat peti dan perlengkapan senilai Rp 35.000.000,-
3. Platinum iuran 500.000*, manfaat peti dan perlengkapan senilai Rp 75.000.000,-
4. Titanium iuran 1.000.000*, manfaat peti dan perlengkapan senilai Rp 125.000.000,-
*) syarat dan ketentuan berlaku, ( dari hasil penelusuran yang silver ini rumah duka nya di tunjuk oleh yayasan harapan kasih/perkempulan harapan kasih jadi bisa di duga kebebasan memilih dll tergantung paket santunan yang di ambil)
fasilitas yang akan di peroleh:
* peti dan perlengkapan sesuai paket santunan yang di pilih.
* keleluasan memilih rumah duka, antara lain : atmajaya, dharmais, gatot soebroto, husada dan santo yusuf funeral home.
* 1 mobil jenazah untuk wilayah jatabek.
* video shooting "ungkapan kasih" anggota.
* kepengurusan 24 jam nonstop.
Syarat K eanggotaan:
1. usia masuk maksimum 70 tahun**
2. mengisi form keanggotaan.
3. fotokopi ktp yang masih berlaku.
4. membayar biaya administrasi pendaftaran ( aku sudah tanya saat ini biaya adaministrasi nya adalah sebesar Rp300.000,-)
**) untuk usia > 70 thun, dapat bergabung dengan iuran khusus
(comment ku:
ingat semua biaya dan perlengkapan adalah berdasarkan informasi saat ini biaya ini bisa mengalami inflasi.)
untuk informasi lebih lanjut silahkan menghubungi marketing kami, bergabung lah sekarang juga dengan kami dan dapatkan dukungan dari kami saat masalah kedukaan datang.
perkumpulan harapan kasih
jalan mangga besar VIII no 30, jakarta 11150, indonesia
telp:(021) 600 1234(hunting) fax:(021)6394546
bekerja sama dengan rumah duka atamajaya, rumah duka gatot subroto, rumah duka dharmais, krematorium Nirwana, Taman makam Quiling, Santo yusuf funeral home.
(wah aku sudah melakukan verifikasi sedikit ( menelpon ) mereka bisa melayani umat Buddha)
Sabtu, 20 November 2010
Menggapai Bintang Menembus Awan
well, kita yang umat Buddhis mempunyai sebuah bintang ( entah dalam hati dan pikiran kita) bintang disini adalah sila bila kita menggambar bintang secara sederhana maka kita membentuk bintang segi lima (panca sila) atau bintang segi delapan yangterbuat dari tanda + (plus) dan X (silang) menjadi * segi delapan atau atthasila, sedang dasa sila di simbolkan bagian tengah dari bintang segi lima.
Jadi pada saat kita sedang berjalan dalam kabut atau awan kita membutuhkan sebuah cahaya penerang (lampu kabut) yaitu sila yang kita lakukan sehari hari.
oke pada cerita ke Empat kita telah belajar mengurai kain dengan menarik benang nya maka kain tersebut akan lenyap menjadi benang pada akhirnya. cerita cerita pada jataka juga seperti itu kita perlu mengurai nya.
apa yang ada disini hanya sedikit membantu agar kita bisa mengurai sendiri dan mampu mengambil manfaatnya .
mari kita mengulang cerita jataka pada cerita keempat:
https://samaggi-phala.or.id/tipitaka/cullaka-setthi-jataka/
disini di ceritakan seorang anak gadis yang kabur ketakutan karena hubungan nya tidak di restui oleh orang tua, memang tidak di ceritakan bagaimana sikap orang tua sang gadis, sangat menarik bukan?
nah apa yang terjadi pada pada keluarga sang gadis bila tahu ternyata anak gadis nya hilang dari runmah, siapa yang akan bersedih dan siapa akan marah ? memang pada kalimat di atas tidak di sebut tentang orang tua sang gadis tetapi faktor ini juga perlu diperhatikan.
sebenarnya dalam satu segi ketika kita sedang membaca permulaan cerita di atas kita sedang dimaki maki atau ada yang meratapi kita karena terlalu cepat datang ke cerita no 4 ini. kenapa kita di ratapi dan di maki maki soalnya perjalanan/membaca cerita jataka ini sangat panjang (547 cerita) akan kah kita kembali lagi ke cerita awal atau seperti sang gadis akan mengikuti cinta (desire) nya dan pergi dari keluarga.
karena kita sudah di maki maki di awal cerita ke empat ini di suruh balik lagi ke cerita ke tiga mari kita balik sedikit ke cerita ke 3
bila kita perhatikan baik baik maka kita akan mendapati cerita yang padat sekali pada cerita ke tiga ini tidak terlalu di sebutkan bagaimana Great merchant ini hidup dan tempat tinggal nya maka kita perlu untuk mampu melihat seperti apa rumah dari great merchant ini ada seperti apa dll juga mangkuk emas yang di gunakan untuk makan. penggambaran tempat tinggal sang merchant yang melewati waktu merupakan sebuah ketidak kekalan atau anicca.
mangkuk emas yang tertutup kotoran dan jelaga dan jarum yang menggoresnya, kadang bisa juga di umpmakan sebagai dhamma yang tertutup kotoran bathin atau kamma buruk dan jarum analisa bisa menggors nya. tetapi ada juga perumpamaan lain yaitu sebagai kamma baik yang tertutup oleh kamma buruk dari kotoran bathin sedang jarum nya ada lah kamma baik, satu sisi lain bisa menggambarkan matahari yang tertutup bulan hingga jarum nya adalah bintang di langit.
cerita ke dua
adalah tentang menggali mata air, dalam menggali mata air harus menggali lapisan lapisan tanah yang ada ini menceritakan bahwa cerita jataka juga perlu di gali melewati lapisan lapisan yang menyelimuti nya.
cerita pertama kenapa antahapindhika di sebut pertama karena kita ketahui bahwa antha pindika menggunakan keping uang emas nya menutupi tanah untuk membangun vihara yang akan di persembahkan pada Sang Buddha. berarti bahwa cerita jataka ini penuh akan keping uang emas yang menghampar
semoga kilas balik ini mampu memberi pandangan atau bantuan bagaimana melihat cerita jataka yang sebenarnya
Jadi pada saat kita sedang berjalan dalam kabut atau awan kita membutuhkan sebuah cahaya penerang (lampu kabut) yaitu sila yang kita lakukan sehari hari.
oke pada cerita ke Empat kita telah belajar mengurai kain dengan menarik benang nya maka kain tersebut akan lenyap menjadi benang pada akhirnya. cerita cerita pada jataka juga seperti itu kita perlu mengurai nya.
apa yang ada disini hanya sedikit membantu agar kita bisa mengurai sendiri dan mampu mengambil manfaatnya .
mari kita mengulang cerita jataka pada cerita keempat:
"With humblest start." This story was told by the Master about the Elder named Little Wayman, while in Jīvaka's Mango-grove 2 near Rājagaha. And here an account of Little Wayman's birth must be given. Tradition tells us that the daughter of a rich merchant's family in Rājagaha actually stooped to intimacy with a slave. Becoming alarmed lest her misconduct should get known, she said to the slave, "We can't live on here; for if my mother and father come to know of this sin of ours, they will tear us limb from limb. Let us go and live afar off." So with their belongings in their hands they stole together out by the hardly-opened door, and fled away, they cared not whither, to find a shelter beyond the ken of her family. Then they went and lived together in a certain place,http://www.sacred-texts.com/bud/j1/j1007.htm
“Dimulai dengan kerendahan hati,” dan seterusnya. Kisah mengenai seorang thera yang bernama Cūḷapanthaka ini diceritakan oleh Bhagawan ketika Beliau sedang berada di hutan mangga milik Jīvaka17, di dekat Rājagaha. Terdapat sedikit penjelasan mengenai kelahiran Cūḷapanthaka. Dikisahkan, anak perempuan dari seorang saudagar kaya di Rājagaha telah menurunkan martabatnya, menjalin hubungan dengan pelayan lelakinya. Karena khawatir kelakuan buruknya terbongkar, ia berkata kepada pelayan lelakinya, “Kita tidak bisa tinggal di sini lagi, jika sampai orang tuaku mengetahui kesalahan yang telah kita lakukan, mereka akan mencabik tubuh kita. Mari kita pergi dan menetap di tempat yang jauh.” Dengan membawa harta benda, mereka menyelinap keluar dari pintu rumah tersebut dan melarikan diri, mereka tidak peduli bagaimana mereka mendapatkan tempat berlindung yang aman tanpa sepengetahuan sanak keluarga gadis itu. Kemudian mereka menetap di suatu tempat,http://www.scribd.com/doc/31483424/Jataka-Vol-1
https://samaggi-phala.or.id/tipitaka/cullaka-setthi-jataka/
disini di ceritakan seorang anak gadis yang kabur ketakutan karena hubungan nya tidak di restui oleh orang tua, memang tidak di ceritakan bagaimana sikap orang tua sang gadis, sangat menarik bukan?
nah apa yang terjadi pada pada keluarga sang gadis bila tahu ternyata anak gadis nya hilang dari runmah, siapa yang akan bersedih dan siapa akan marah ? memang pada kalimat di atas tidak di sebut tentang orang tua sang gadis tetapi faktor ini juga perlu diperhatikan.
sebenarnya dalam satu segi ketika kita sedang membaca permulaan cerita di atas kita sedang dimaki maki atau ada yang meratapi kita karena terlalu cepat datang ke cerita no 4 ini. kenapa kita di ratapi dan di maki maki soalnya perjalanan/membaca cerita jataka ini sangat panjang (547 cerita) akan kah kita kembali lagi ke cerita awal atau seperti sang gadis akan mengikuti cinta (desire) nya dan pergi dari keluarga.
karena kita sudah di maki maki di awal cerita ke empat ini di suruh balik lagi ke cerita ke tiga mari kita balik sedikit ke cerita ke 3
Now in that city there was a decayed family. Once they had been rich merchants, but by the time of our story they had lost all the sons and brothers and all their wealth. The sole survivors were a girl and her grandmother, and they got their living by working for hire. Nevertheless, they had got in their house the golden bowl out of which in the old days the great merchant, the head of the family, used to eat; but it had been thrown among the pots and pans, and having been long out of use, was grimed over with dirt, so that the two women did not know that it was gold.
Di kota itu terdapat sebuah keluarga yang sangat miskin. Awalnya mereka adalah keluarga saudagar yang kaya, namun saat kisah ini terjadi, mereka telah kehilangan semua anak laki- laki dan saudara laki-laki beserta semua harta kekayaan mereka. Yang tersisa dalam keluarga itu hanyalah seorang anak gadis bersama neneknya, mereka bertahan hidup dengan menerima pekerjaan upahan. Tanpa menyadari bahwa mereka masih mempunyai sebuah mangkuk emas yang dulunya dipakai oleh saudagar kaya, kepala keluarga itu untuk menyantap makanan. Akan tetapi karena sudah lama tidak dipergunakan, mangkuk emas itu tersaput kotor dengan debu dan ditempatkan di antara tumpukan belanga dan tembikar.
bila kita perhatikan baik baik maka kita akan mendapati cerita yang padat sekali pada cerita ke tiga ini tidak terlalu di sebutkan bagaimana Great merchant ini hidup dan tempat tinggal nya maka kita perlu untuk mampu melihat seperti apa rumah dari great merchant ini ada seperti apa dll juga mangkuk emas yang di gunakan untuk makan. penggambaran tempat tinggal sang merchant yang melewati waktu merupakan sebuah ketidak kekalan atau anicca.
mangkuk emas yang tertutup kotoran dan jelaga dan jarum yang menggoresnya, kadang bisa juga di umpmakan sebagai dhamma yang tertutup kotoran bathin atau kamma buruk dan jarum analisa bisa menggors nya. tetapi ada juga perumpamaan lain yaitu sebagai kamma baik yang tertutup oleh kamma buruk dari kotoran bathin sedang jarum nya ada lah kamma baik, satu sisi lain bisa menggambarkan matahari yang tertutup bulan hingga jarum nya adalah bintang di langit.
cerita ke dua
adalah tentang menggali mata air, dalam menggali mata air harus menggali lapisan lapisan tanah yang ada ini menceritakan bahwa cerita jataka juga perlu di gali melewati lapisan lapisan yang menyelimuti nya.
cerita pertama kenapa antahapindhika di sebut pertama karena kita ketahui bahwa antha pindika menggunakan keping uang emas nya menutupi tanah untuk membangun vihara yang akan di persembahkan pada Sang Buddha. berarti bahwa cerita jataka ini penuh akan keping uang emas yang menghampar
semoga kilas balik ini mampu memberi pandangan atau bantuan bagaimana melihat cerita jataka yang sebenarnya
Jumat, 19 November 2010
No. 4. CULLAKA-SEṬṬHI-JĀTAKA.
No. 4. CULLAKA-SEṬṬHI-JĀTAKA.
versi bahasa english
http://www.sacred-texts.com/bud/j1/j1007.htm
versi bahasa indonesia
http://www.wihara.com/forum/kisah-kisah-sang-buddha/7394-jataka-4-cullaka-se-hi-jataka.html
versi bahasa english
http://www.sacred-texts.com/bud/j1/j1007.htm
versi bahasa indonesia
http://www.wihara.com/forum/kisah-kisah-sang-buddha/7394-jataka-4-cullaka-se-hi-jataka.html
https://samaggi-phala.or.id/tipitaka/cullaka-setthi-jataka/
Komentar,
cerita ini cukup panjang dan terdiri dari banyak sisi, aku tidak akan mengomentari terlalu banyak hanya sedikit bagian bagian yang dapat ku komentari saja.
Belum apa apa kita sudah di gampar sama cerita ini apakah kita si a atau si b (atau ibu mereka yang lari karena ketakutan), bila kalian si A jangan sombong karena bisa mengerti sutra sutra yang ada dan sebaiknya berbagi ( tentunya ada menyangkut juga tentang cerita ke tiga), bila kalian si B jangan cemas dan kuatir ada sebuah tehnik yang di ajarkan kepada kalian.
Kain bersih (yang maha ajaib) disini mempunyai banyak segi, salah satu segi nya.
Bahwa kita harus melihat kain ini awal mula nya seperti apa, dalam realita kita sebuah kain di bentuk dengan di tenun pada jaman dahulu, bila kita menarik ujung nya maka kain tersebut akan terurai dan menjadi sehelai benang.
Cerita ketiga juga seperti itu untuk mengerti harus di uraikan terlebih dahulu dengan perlahan lahan dan kemudian di bentuk kembali (wah enak dan curang nya wa dapetnya susah payah, cerita ke empat lsg memberitahu cara nya).
Disini juga cerita tentang kain adalah latihan tehnik konsentrasi yang di ajarkan (kenapa bukan kertas jaman dahulu mana ada kertas yang ada yah kain ini)
Kain disini juga berarti sebuah cerita jataka membutuhkan pendalaman dan konsentrasi untuk melihat hal yang sesungguh nya.
Kain jaman sekarang seperti kain tenun, kain rajut dll bahwa latihan yang kalian lakukan setiap hari tidak akan percuma suatu saat akan menjadi sehelai kain ini, kain ini juga bisa berubah menjadi pakaian dll.
Komentar,
cerita ini cukup panjang dan terdiri dari banyak sisi, aku tidak akan mengomentari terlalu banyak hanya sedikit bagian bagian yang dapat ku komentari saja.
Belum apa apa kita sudah di gampar sama cerita ini apakah kita si a atau si b (atau ibu mereka yang lari karena ketakutan), bila kalian si A jangan sombong karena bisa mengerti sutra sutra yang ada dan sebaiknya berbagi ( tentunya ada menyangkut juga tentang cerita ke tiga), bila kalian si B jangan cemas dan kuatir ada sebuah tehnik yang di ajarkan kepada kalian.
Kain bersih (yang maha ajaib) disini mempunyai banyak segi, salah satu segi nya.
Bahwa kita harus melihat kain ini awal mula nya seperti apa, dalam realita kita sebuah kain di bentuk dengan di tenun pada jaman dahulu, bila kita menarik ujung nya maka kain tersebut akan terurai dan menjadi sehelai benang.
Cerita ketiga juga seperti itu untuk mengerti harus di uraikan terlebih dahulu dengan perlahan lahan dan kemudian di bentuk kembali (wah enak dan curang nya wa dapetnya susah payah, cerita ke empat lsg memberitahu cara nya).
Disini juga cerita tentang kain adalah latihan tehnik konsentrasi yang di ajarkan (kenapa bukan kertas jaman dahulu mana ada kertas yang ada yah kain ini)
Kain disini juga berarti sebuah cerita jataka membutuhkan pendalaman dan konsentrasi untuk melihat hal yang sesungguh nya.
Kain jaman sekarang seperti kain tenun, kain rajut dll bahwa latihan yang kalian lakukan setiap hari tidak akan percuma suatu saat akan menjadi sehelai kain ini, kain ini juga bisa berubah menjadi pakaian dll.
Kamis, 18 November 2010
No. 3. SERIVĀṆIJA-JĀTAKA.
No. 3.
SERIVĀṆIJA-JĀTAKA.
versi bahasa english
http://www.sacred-texts.com/bud/j1/j1006.htm
versi bahasa indonesia
http://www.wihara.com/forum/kisah-kisah-sang-buddha/7393-jataka-3-seriv-ija-j-taka.html
SERIVĀṆIJA-JĀTAKA.
versi bahasa english
http://www.sacred-texts.com/bud/j1/j1006.htm
versi bahasa indonesia
http://www.wihara.com/forum/kisah-kisah-sang-buddha/7393-jataka-3-seriv-ija-j-taka.html
https://samaggi-phala.or.id/tipitaka/serivanija-jataka/
Komentar,
Ini adalah contoh cerita yang memerlukan penggalian yang sangat dalam, cerita ini merupakan sebuah permata yang mempunyai banyak sisi (facet) dan di dalam nya banyak cahaya, bila kita sedikit menggulirkan permata ini maka sisi lain cerita akan nampak dengan pandangan pandangan/pengertian pengertian yang berbeda.
Disini juga di kenal kan alat bantu untuk memahami dhamma dalam cerita jataka, seperti yang di gunakan bodhisatva yaitu jarum( dalam hal ini pandangan sang bodhisatva dalam memeriksa mangkuk emas yang tertutup kotoran dan jelaga), timbangan, tas (untuk menyimpan mangkuk emas yang tertutup kotoran dan jelaga), dan juga delapan keping uang.
Sedikit tentang jarum, ada tiga hal yang dapat di ketahui tentang jarum dari nenek dan anak perempuan yang tidak memiliki jarum tapi mendapat kan timbangan maka dia mendapat manfaat dhamma meski tidak sebesar sang bodhisatva, sang bodhisatva yang secara halus memeriksa adalah jarum yang tidak terlihat dan jarum devadata yang pertama di sebut dalam cerita (jarum yang hendak di jual oleh seorang pedagang keliling tidak lah mungkin hanya ada satu saja dalam keranjang dagangan nya).
Komentar,
Ini adalah contoh cerita yang memerlukan penggalian yang sangat dalam, cerita ini merupakan sebuah permata yang mempunyai banyak sisi (facet) dan di dalam nya banyak cahaya, bila kita sedikit menggulirkan permata ini maka sisi lain cerita akan nampak dengan pandangan pandangan/pengertian pengertian yang berbeda.
Disini juga di kenal kan alat bantu untuk memahami dhamma dalam cerita jataka, seperti yang di gunakan bodhisatva yaitu jarum( dalam hal ini pandangan sang bodhisatva dalam memeriksa mangkuk emas yang tertutup kotoran dan jelaga), timbangan, tas (untuk menyimpan mangkuk emas yang tertutup kotoran dan jelaga), dan juga delapan keping uang.
Sedikit tentang jarum, ada tiga hal yang dapat di ketahui tentang jarum dari nenek dan anak perempuan yang tidak memiliki jarum tapi mendapat kan timbangan maka dia mendapat manfaat dhamma meski tidak sebesar sang bodhisatva, sang bodhisatva yang secara halus memeriksa adalah jarum yang tidak terlihat dan jarum devadata yang pertama di sebut dalam cerita (jarum yang hendak di jual oleh seorang pedagang keliling tidak lah mungkin hanya ada satu saja dalam keranjang dagangan nya).
Rabu, 17 November 2010
No. 2. VAṆṆUPATHA-JĀTAKA.
No. 2.
VAṆṆUPATHA-JĀTAKA.
versi bahasa english
http://www.sacred-texts.com/bud/j1/j1005.htm
versi bahasa indonesia
http://www.wihara.com/forum/kisah-kisah-sang-buddha/7387-jataka-2-va-upatha-j-taka.html
VAṆṆUPATHA-JĀTAKA.
versi bahasa english
http://www.sacred-texts.com/bud/j1/j1005.htm
versi bahasa indonesia
http://www.wihara.com/forum/kisah-kisah-sang-buddha/7387-jataka-2-va-upatha-j-taka.html
https://samaggi-phala.or.id/tipitaka/vannupatha-jataka/
komentar singkat,
Masih tentang perjalanan kita harus berhati hati atau akan berputar putar di tempat yang sama saja, jadi kita harus menggali (terus menerus)arti atau pengertian yang terdapat dalam cerita jataka agar bisa merasakan atau di nyatakan dengan menemukan mata air dan meminum air (dhamma).
komentar singkat,
Masih tentang perjalanan kita harus berhati hati atau akan berputar putar di tempat yang sama saja, jadi kita harus menggali (terus menerus)arti atau pengertian yang terdapat dalam cerita jataka agar bisa merasakan atau di nyatakan dengan menemukan mata air dan meminum air (dhamma).
Selasa, 16 November 2010
No.1. APAṆṆAKA-JĀTAKA.
APAṆṆAKA-JĀTAKA.
versi bahasa english
http://www.sacred-texts.com/bud/j1/j1004.htm
versi bahasa indonesia
versi bahasa english
http://www.sacred-texts.com/bud/j1/j1004.htm
versi bahasa indonesia
https://samaggi-phala.or.id/tipitaka/apannaka-jataka/
ini adalah pembuka jataka athakata.
Komentar singkat saja,
secara explisit cerita ini menerangkan tentang sebuah perjalanan pada sebuah jalan ( yang di maksud adalah membaca jataka ) bahwa dalam membaca cerita jataka kita mungkin akan tergoda, terpesona oleh cerita ini (goblin) seperti merchant pertama hingga melupakan untuk apa kita sesungguh nya membaca cerita jataka. Secara halus kita di anjurkan untuk membaca cerita jataka ini setidak nya dua kali. intinya kita harus mempersiapkan diri dalam membaca cerita jataka dan harus berusaha mendapat manfaat yang terdapat pada cerita jataka( digambarkan dengan air [yang dapat diminum dan di gunakan{ jadi tentu nya adalah air yang jernih} ] yang di bawa para merchant).
ini adalah pembuka jataka athakata.
Komentar singkat saja,
secara explisit cerita ini menerangkan tentang sebuah perjalanan pada sebuah jalan ( yang di maksud adalah membaca jataka ) bahwa dalam membaca cerita jataka kita mungkin akan tergoda, terpesona oleh cerita ini (goblin) seperti merchant pertama hingga melupakan untuk apa kita sesungguh nya membaca cerita jataka. Secara halus kita di anjurkan untuk membaca cerita jataka ini setidak nya dua kali. intinya kita harus mempersiapkan diri dalam membaca cerita jataka dan harus berusaha mendapat manfaat yang terdapat pada cerita jataka( digambarkan dengan air [yang dapat diminum dan di gunakan{ jadi tentu nya adalah air yang jernih} ] yang di bawa para merchant).
Rabu, 03 November 2010
Kompas bayar 9 bulan langganan satu tahun
diminta keponakan wa kebank bca setor ke bca pas mau masuk ada stand
kecil dari kompas wa di panggil karena ada urusan selesaikan dulu
urusan baru kesini ternyata ada penawaran bulan promosi kompas
langganan setahun bayar cuma 9 bulan boleh juga cuma bayar Rp.702.000
lohh lumayan bisa hemat Rp.234.000,- dah gitu ada di kasih polo shirt
dan dapet 4 kupon undian ( nanti kalau dapet mobil dan motor wa kasih
tahu dah, [bercanda yahh bisa discount Rp234.000,- saja dah bagus
apalagi bisa menang undian dapet mobil dan motor]) wa besok bawa
kuitansi langganan kompas wa biar mereka yang urus sama agen koran
kompas wa.
tambahan catatan kecil:
tanggal 25 -10-2010 dan 26-10-2010 aku tidak melakukan ettavata karena tidak membawa buku paritta saku.
harus berterimakasih pada hemayanti kalau bukan karena dia aku tidak akan mengeluarkan candaan melakukan sanghadana setiap hari, ketika aku mencoba memikirkan bagaimana menolong kaum H di link http://dhammacitta.org/forum/index.php?topic=18495.0 kepikiran cara melakukan sangha dana setiap hari tetapi bukan dalam bentuk diatas, cara nya melakukan nya lebih sulit hingga akhirnya berpikir cara ini tidak semua orang dapat melakukan nya, kemudian berpikir bagaimana aku melakukan sanghadana setiap bulan, kemudian berpikir apakah cara ini tidak bisa di pakai pada sanghadana sehari hari. hingga terjadi kejadian diatas maka aku menamakan suara malaikat atau bodhicitta karena tanpa memikirkan untuk menolong kaum H ini, hal ini mungkin tidak terpikir oleh diri ku.
tambahan catatan kecil:
tanggal 25 -10-2010 dan 26-10-2010 aku tidak melakukan ettavata karena tidak membawa buku paritta saku.
harus berterimakasih pada hemayanti kalau bukan karena dia aku tidak akan mengeluarkan candaan melakukan sanghadana setiap hari, ketika aku mencoba memikirkan bagaimana menolong kaum H di link http://dhammacitta.org/forum/index.php?topic=18495.0 kepikiran cara melakukan sangha dana setiap hari tetapi bukan dalam bentuk diatas, cara nya melakukan nya lebih sulit hingga akhirnya berpikir cara ini tidak semua orang dapat melakukan nya, kemudian berpikir bagaimana aku melakukan sanghadana setiap bulan, kemudian berpikir apakah cara ini tidak bisa di pakai pada sanghadana sehari hari. hingga terjadi kejadian diatas maka aku menamakan suara malaikat atau bodhicitta karena tanpa memikirkan untuk menolong kaum H ini, hal ini mungkin tidak terpikir oleh diri ku.
Selasa, 02 November 2010
Soal Rantangan Vege
besoknya tanggal 1-11-2010 baru ettavatta, pikir punya pikir kalau
sehari wa makan sayur satu macam 5.000 rupiah kalau tiga macam 15.000
rupiah dan di kali 31 hari jadi nya 465.000 lohh kok lebih murah jauh
dari pada rantangan vege yang wa langganan sebulan 850.000,- pikir
punya pikir wa rasanya bakal ganti nih rantangan vege wa mending beli
jadi murah banyak (ini baru rencana saja, mungkin bulan depan desember
baru di ganti).
Senin, 01 November 2010
SanghaDana hari VII
adalah hari terakhir dana pergi kevihara siang hari makan di kantin
sujata makan mie nya enak lohh meskipun dingin tapi yah mestinya di
siram kuah (kuah nya panas), tapi wa sukanya makan mie tidak basah
(tidak di siram kuah), kemudian pergi dana sangha dana terus main ke
warnet maen atalantica (bikin char belum pernah main nih game) kemudian
ke sini lalu pulang,
Minggu, 31 Oktober 2010
SanghaDana hari VI
well seperti biasa ke ekayana lalu ke rumah vege maitereya. terus siang
nya di minta belin snack sama keponakan wa, well cukup terkejut snack
idaman wa ternyata masuk ke indonesia. duh dulu dibawain nih oleh oleh
dari taiwan tapi di cari di Indonesia tidak ada yang jual hik hik. hari
ini lihat tuh toples plastik berisi sayuran atau buah yang dikeringkan
seperti french fries bedanya kalau french fries tuh kentang ini sayuran
kayak kripik seperti buncis, timun, wortel, talas, timun dan macam
macam sayur lain nya (beneran berasa ini kamma baik dah selama ini wa
cari tidak pernah liat ada jual) cuman di dooor/ tembak sama harga nya
bussssseeet dahhhh mahhhhaaaal amat yaaaahhh.
seperti nya bila lihat lihat kamma baik wa selama seminggu ini makanan semua, mungkin gara gara nyoba vege jadi kepikiran tidak bisa makan pempek, rendang, sate, nasi campur dll. jadi tampilnya makanan kesukaan yang jadi vege semuanya. bahkan sampai coklat vege ada lohh ( tidak memakai susu, bussseettt daaaah cap monggo)
seperti nya bila lihat lihat kamma baik wa selama seminggu ini makanan semua, mungkin gara gara nyoba vege jadi kepikiran tidak bisa makan pempek, rendang, sate, nasi campur dll. jadi tampilnya makanan kesukaan yang jadi vege semuanya. bahkan sampai coklat vege ada lohh ( tidak memakai susu, bussseettt daaaah cap monggo)
Sabtu, 30 Oktober 2010
SanghDana hari V
hari sangha dana juga tidak terjadi apa apa, langit cerah matahari
bersinar sampai lagi tulis ini tidak ada kejadian apa pun. tapi bila
lihat pemasukan toko. hari ini hari yang bagus, banyak orang keluar
berbelanja.
Langganan:
Postingan (Atom)
