Rabu, 17 Agustus 2011

Pasar baju branded second ! ! !

wah tadi wa ke pasar senen ikut pegawai toko kenalan ku kesana dia mau beli baju untuk lebaran mudik, setelah tiba ke pasar senen lama ke lantai tiga nya.

beneran lohh banyak baju second (bekas), ada yang dari luar negri punya tuh satu lantai penuh pedagang baju second, topi second, jacket second, jas second, jeans second, sepatu second, tas second, sarung tangan second, syal/scarf second, bahkan baju dalam second seperti bra second, korset second, underpantie(celana dalam ) second juga ada lohh, semua rata rata tuh barang second semua nya di sana kecuali penjualan minuman gitu. 

Wa lihat lihat ini barang barang nya ada yang dijual di gantung dan ada yang masih belum di pilah pilah dan harga nya sangat sangat murah dan harus bisa menawar nya, ada yang teriak 3 baju yang dimeja 10.000,- , ada topi 3 buah 5.000,- dll.  Asal barang banyak dari korea dan jepang. selain itu ada kemeja yang sudah di laundry dan di gantung dengan bungkusan plastik wa kira ini barang sisa eksport atau gagal eksport ternyata ini kemeja kemeja kerja dah di laundry (cuci) punya, harga jual nya memang rada sedikit mahal dari belum yang di laundry.

Melihat fenomena ini pasar baju second asal import ini juga tidak hanya ada di pasar senen, kabarnya pasar tanah abang juga ada (entah ada dimana letak nya).

Melihat hal ini kasihan juga konveksi atau tektil indonesia maka bisa di bilang industri tekstil kita ada di masa sunset industry yah kayak gini, tempat tersebut ramai nya bukan main.

coba banding kan pasar baju second ini dengan ramayana, matahari bahkan mungkin sogo barang barang nya tidak banyak variasi nya dari pada tempat -tempat (pasar baju second) seperti ini.

Harus di ingat baju second adalah baju yang di beli oleh pembeli pertama karena menarik kemudian di buang / dijual kembali dengan beberapa alasan. 

Jadi bagi calon calon designer mungkin perlu melihat lihat tempat seperti ini bagaimana mereka melakukan kombinasi antara jahitan, bahan, ornament dll

Bayangkan pegawai toko tersebut dengan uang Rp 210.000,- bisa membawa pulang baju 10 potong.

ada dua sisi dari masalah ini bila melihat sisi para pekerja tekstil dalam negri ini merugikan karena barang mereka tidak laku di jual karena kalah dari segi harga, bila melihat sisi pemerintah apakah mereka membayar pajak ke pada pemerintah atau ada suap?, bila melihat dari segi kesehatan pemerintah ada membakar pakaian pakaian bekas ini karena takut menjadi sumber penyakit hal ini ada benarnya ( bahkan mungkin dengan maksud yang berbeda dari apa yang di katakan tersebut).

Bila melihat dari sisi berpendapatan rendah, yang ber kemampuan rendah/ daya beli rendah, baju baju ini sangat menolong mereka, mereka mendapat baju atau pakaian dengan barang yang cukup berkualitas bahkan branded segala lohh yang sesuai dengan daya beli mereka.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar