Sabtu, 20 November 2010

Menggapai Bintang Menembus Awan

well, kita yang umat Buddhis mempunyai sebuah bintang ( entah dalam hati dan pikiran kita) bintang disini adalah sila bila kita menggambar bintang secara sederhana maka kita membentuk bintang segi lima (panca sila) atau bintang segi delapan yangterbuat dari tanda + (plus) dan X (silang)  menjadi * segi delapan atau atthasila, sedang dasa sila di simbolkan bagian tengah dari bintang segi lima.

Jadi pada saat kita sedang berjalan dalam kabut atau awan kita membutuhkan sebuah cahaya penerang (lampu kabut) yaitu sila yang kita lakukan sehari hari.

oke pada cerita ke Empat kita telah belajar mengurai kain dengan menarik benang nya maka kain tersebut akan lenyap menjadi benang pada akhirnya. cerita cerita pada jataka juga seperti itu kita perlu mengurai nya.
apa yang ada disini hanya sedikit membantu agar kita bisa mengurai sendiri dan mampu mengambil manfaatnya . 

mari kita mengulang cerita jataka pada cerita keempat:
"With humblest start." This story was told by the Master about the Elder named Little Wayman, while in Jīvaka's Mango-grove 2 near Rājagaha. And here an account of Little Wayman's birth must be given. Tradition tells us that the daughter of a rich merchant's family in Rājagaha actually stooped to intimacy with a slave. Becoming alarmed lest her misconduct should get known, she said to the slave, "We can't live on here; for if my mother and father come to know of this sin of ours, they will tear us limb from limb. Let us go and live afar off." So with their belongings in their hands they stole together out by the hardly-opened door, and fled away, they cared not whither, to find a shelter beyond the ken of her family. Then they went and lived together in a certain place,
 http://www.sacred-texts.com/bud/j1/j1007.htm
  “Dimulai dengan kerendahan hati,” dan seterusnya. Kisah mengenai seorang thera yang bernama Cūḷapanthaka ini diceritakan oleh Bhagawan ketika Beliau sedang berada di hutan mangga milik Jīvaka17, di dekat Rājagaha. Terdapat sedikit penjelasan mengenai kelahiran Cūḷapanthaka. Dikisahkan, anak perempuan dari seorang saudagar kaya di Rājagaha telah menurunkan martabatnya, menjalin hubungan dengan pelayan lelakinya. Karena khawatir kelakuan buruknya terbongkar, ia berkata kepada pelayan lelakinya, “Kita tidak bisa tinggal di sini lagi, jika sampai orang tuaku mengetahui kesalahan yang telah kita lakukan, mereka akan mencabik tubuh kita. Mari kita pergi dan menetap di tempat yang jauh.” Dengan membawa harta benda, mereka menyelinap keluar dari pintu rumah tersebut dan melarikan diri, mereka tidak peduli bagaimana mereka mendapatkan tempat berlindung yang aman tanpa sepengetahuan sanak keluarga gadis itu. Kemudian mereka menetap di suatu tempat, 
http://www.scribd.com/doc/31483424/Jataka-Vol-1

https://samaggi-phala.or.id/tipitaka/cullaka-setthi-jataka/

disini di ceritakan seorang anak gadis yang kabur ketakutan karena hubungan nya tidak di restui oleh orang tua, memang tidak di ceritakan bagaimana sikap orang tua sang gadis, sangat menarik bukan?

nah apa yang terjadi pada pada keluarga sang gadis bila tahu ternyata anak gadis nya hilang dari runmah, siapa yang akan bersedih dan siapa akan marah ? memang pada kalimat di atas tidak di sebut tentang orang tua sang gadis tetapi faktor ini juga perlu diperhatikan.

sebenarnya dalam satu segi ketika kita sedang membaca permulaan cerita di atas kita sedang dimaki maki atau ada yang meratapi kita karena terlalu cepat datang ke cerita no 4 ini. kenapa kita di ratapi dan di maki maki soalnya perjalanan/membaca cerita jataka ini sangat panjang (547 cerita) akan kah kita kembali lagi ke cerita awal atau seperti sang gadis akan mengikuti cinta  (desire) nya dan pergi dari keluarga.


karena kita sudah di maki maki di awal cerita ke empat ini di suruh balik lagi ke cerita ke tiga mari kita balik sedikit ke cerita ke 3
Now in that city there was a decayed family. Once they had been rich merchants, but by the time of our story they had lost all the sons and brothers and all their wealth. The sole survivors were a girl and her grandmother, and they got their living by working for hire. Nevertheless, they had got in their house the golden bowl out of which in the old days the great merchant, the head of the family, used to eat; but it had been thrown among the pots and pans, and having been long out of use, was grimed over with dirt, so that the two women did not know that it was gold.

Di kota itu terdapat sebuah keluarga yang sangat miskin. Awalnya mereka adalah keluarga saudagar yang kaya, namun saat kisah ini terjadi, mereka telah kehilangan semua anak laki- laki dan saudara laki-laki beserta semua harta kekayaan mereka. Yang tersisa dalam keluarga itu hanyalah seorang anak gadis bersama neneknya, mereka bertahan hidup dengan menerima pekerjaan upahan. Tanpa menyadari bahwa mereka masih mempunyai sebuah mangkuk emas yang dulunya dipakai oleh saudagar kaya, kepala keluarga itu untuk menyantap makanan. Akan tetapi karena sudah lama tidak dipergunakan, mangkuk emas itu tersaput kotor dengan debu dan ditempatkan di antara tumpukan belanga dan tembikar.

bila kita perhatikan baik baik maka kita akan mendapati cerita yang padat sekali pada cerita ke tiga ini tidak terlalu di sebutkan bagaimana Great merchant ini hidup dan tempat tinggal nya maka kita perlu untuk mampu melihat seperti apa rumah dari great merchant ini ada seperti apa dll juga mangkuk emas yang di gunakan untuk makan. penggambaran tempat tinggal sang merchant yang melewati waktu merupakan sebuah ketidak kekalan atau anicca.

mangkuk emas yang tertutup kotoran dan jelaga dan jarum yang menggoresnya, kadang bisa juga di umpmakan sebagai dhamma yang tertutup kotoran bathin atau kamma buruk dan jarum analisa bisa menggors nya. tetapi ada juga perumpamaan lain yaitu sebagai kamma baik yang tertutup oleh kamma buruk dari kotoran bathin sedang jarum nya ada lah kamma baik, satu sisi lain bisa menggambarkan matahari yang tertutup bulan hingga jarum nya adalah bintang di langit.

cerita ke dua

adalah tentang menggali mata air, dalam menggali mata air harus menggali lapisan lapisan tanah yang ada ini menceritakan bahwa cerita jataka juga perlu di gali melewati lapisan lapisan yang menyelimuti nya.

cerita pertama kenapa antahapindhika di sebut pertama karena kita ketahui bahwa antha pindika menggunakan keping uang emas nya menutupi tanah untuk membangun vihara yang akan di persembahkan pada Sang Buddha. berarti bahwa cerita jataka ini penuh akan keping uang emas yang menghampar

semoga kilas balik ini mampu memberi pandangan atau bantuan bagaimana melihat cerita jataka yang sebenarnya







Jumat, 19 November 2010

No. 4. CULLAKA-SEṬṬHI-JĀTAKA.

No. 4. CULLAKA-SEṬṬHI-JĀTAKA.

versi bahasa english
http://www.sacred-texts.com/bud/j1/j1007.htm

versi bahasa indonesia
http://www.wihara.com/forum/kisah-kisah-sang-buddha/7394-jataka-4-cullaka-se-hi-jataka.html

https://samaggi-phala.or.id/tipitaka/cullaka-setthi-jataka/

Komentar,
cerita ini cukup panjang dan terdiri dari banyak sisi, aku tidak akan mengomentari terlalu banyak hanya sedikit bagian bagian yang dapat ku komentari saja.

Belum apa apa kita sudah di gampar sama cerita ini apakah kita si a atau si b (atau ibu mereka yang lari karena ketakutan), bila kalian si A jangan sombong karena bisa mengerti sutra sutra yang ada dan sebaiknya berbagi ( tentunya ada menyangkut juga tentang cerita ke tiga), bila kalian si B jangan cemas dan kuatir ada sebuah tehnik yang di ajarkan kepada kalian.

Kain bersih (yang maha ajaib) disini mempunyai banyak segi, salah satu segi nya.

Bahwa kita harus melihat kain ini awal mula nya seperti apa, dalam realita kita sebuah kain di bentuk dengan di tenun pada jaman dahulu, bila kita menarik ujung nya maka kain tersebut akan terurai dan menjadi sehelai benang.

Cerita ketiga juga seperti itu untuk mengerti harus di uraikan terlebih dahulu dengan perlahan lahan dan kemudian di bentuk kembali (wah enak dan curang nya wa dapetnya susah payah, cerita ke empat lsg memberitahu cara nya).

Disini juga cerita tentang kain adalah latihan tehnik konsentrasi yang di ajarkan (kenapa bukan kertas jaman dahulu mana ada kertas yang ada yah kain ini)

Kain disini juga berarti sebuah cerita jataka membutuhkan pendalaman dan konsentrasi untuk melihat hal yang sesungguh nya.

Kain jaman sekarang seperti kain tenun, kain rajut dll bahwa latihan yang kalian lakukan setiap hari tidak akan percuma suatu saat akan menjadi sehelai kain ini, kain ini juga bisa berubah menjadi pakaian dll.

Kamis, 18 November 2010

No. 3. SERIVĀṆIJA-JĀTAKA.

No. 3.
SERIVĀṆIJA-JĀTAKA.

versi bahasa english
http://www.sacred-texts.com/bud/j1/j1006.htm

versi bahasa indonesia
http://www.wihara.com/forum/kisah-kisah-sang-buddha/7393-jataka-3-seriv-ija-j-taka.html

https://samaggi-phala.or.id/tipitaka/serivanija-jataka/

Komentar,

Ini adalah contoh cerita yang memerlukan penggalian yang sangat dalam, cerita ini merupakan sebuah permata yang mempunyai banyak sisi (facet) dan di dalam nya banyak cahaya, bila kita sedikit menggulirkan permata ini maka sisi lain cerita akan nampak dengan pandangan pandangan/pengertian pengertian yang berbeda.

Disini juga di kenal kan alat bantu untuk memahami dhamma dalam cerita jataka, seperti yang di gunakan bodhisatva yaitu jarum( dalam hal ini pandangan sang bodhisatva dalam memeriksa mangkuk emas yang tertutup kotoran dan jelaga), timbangan, tas (untuk menyimpan mangkuk emas yang tertutup kotoran dan jelaga), dan juga delapan keping uang.

Sedikit tentang jarum, ada tiga hal yang dapat di ketahui tentang jarum dari nenek dan anak perempuan yang tidak memiliki jarum tapi mendapat kan timbangan maka dia mendapat manfaat dhamma meski tidak sebesar sang bodhisatva, sang bodhisatva yang secara halus memeriksa adalah jarum yang tidak terlihat dan jarum devadata yang pertama di sebut dalam cerita (jarum yang hendak di jual oleh seorang pedagang keliling tidak lah mungkin hanya ada satu saja dalam keranjang dagangan nya).

Rabu, 17 November 2010

No. 2. VAṆṆUPATHA-JĀTAKA.

No. 2.
VAṆṆUPATHA-JĀTAKA.

versi bahasa english
http://www.sacred-texts.com/bud/j1/j1005.htm

versi bahasa indonesia
http://www.wihara.com/forum/kisah-kisah-sang-buddha/7387-jataka-2-va-upatha-j-taka.html

https://samaggi-phala.or.id/tipitaka/vannupatha-jataka/

komentar singkat,

Masih tentang perjalanan kita harus berhati hati atau akan berputar putar di tempat yang sama saja, jadi kita harus menggali (terus menerus)arti atau pengertian yang terdapat dalam cerita jataka agar bisa merasakan atau di nyatakan dengan menemukan mata air dan meminum air (dhamma).

Selasa, 16 November 2010

No.1. APAṆṆAKA-JĀTAKA.

APAṆṆAKA-JĀTAKA.

versi bahasa english
http://www.sacred-texts.com/bud/j1/j1004.htm

versi bahasa indonesia
https://samaggi-phala.or.id/tipitaka/apannaka-jataka/


ini adalah pembuka jataka athakata.

Komentar singkat saja,

secara explisit cerita ini menerangkan tentang sebuah perjalanan pada sebuah jalan ( yang di maksud adalah membaca jataka ) bahwa dalam membaca cerita jataka kita mungkin akan tergoda, terpesona oleh cerita ini (goblin) seperti merchant pertama hingga melupakan untuk apa kita sesungguh nya membaca cerita jataka. Secara halus kita di anjurkan untuk membaca cerita jataka ini setidak nya dua kali. intinya kita harus mempersiapkan diri dalam membaca cerita jataka dan harus berusaha mendapat manfaat yang terdapat pada cerita jataka( digambarkan dengan air [yang dapat diminum dan di gunakan{ jadi tentu nya adalah air yang jernih} ] yang di bawa para merchant).

Rabu, 03 November 2010

Kompas bayar 9 bulan langganan satu tahun

diminta keponakan wa kebank bca setor ke bca pas mau masuk ada stand kecil dari kompas wa di panggil karena ada urusan selesaikan dulu urusan baru kesini ternyata ada penawaran bulan promosi kompas langganan setahun bayar cuma 9 bulan boleh juga cuma bayar Rp.702.000 lohh lumayan bisa hemat Rp.234.000,- dah gitu ada di kasih polo shirt dan dapet 4 kupon undian ( nanti kalau dapet mobil dan motor wa kasih tahu dah, [bercanda yahh bisa discount Rp234.000,- saja dah bagus apalagi bisa menang undian dapet mobil dan motor]) wa besok bawa kuitansi langganan kompas wa biar mereka yang urus sama agen koran kompas wa.

tambahan catatan kecil:
tanggal 25 -10-2010 dan 26-10-2010 aku tidak melakukan ettavata karena tidak membawa buku paritta saku.
harus berterimakasih pada hemayanti kalau bukan karena dia aku tidak akan mengeluarkan candaan melakukan sanghadana setiap hari, ketika aku mencoba memikirkan bagaimana menolong kaum  H di link http://dhammacitta.org/forum/index.php?topic=18495.0 kepikiran cara melakukan sangha dana setiap hari tetapi bukan dalam bentuk diatas, cara nya melakukan nya lebih sulit hingga akhirnya berpikir cara ini tidak semua orang dapat melakukan nya,  kemudian berpikir bagaimana aku melakukan sanghadana setiap bulan, kemudian berpikir apakah cara ini tidak bisa di pakai pada sanghadana sehari hari. hingga terjadi kejadian diatas maka aku menamakan suara malaikat atau bodhicitta karena tanpa memikirkan untuk menolong kaum H ini, hal ini mungkin tidak terpikir oleh diri ku.

Selasa, 02 November 2010

Soal Rantangan Vege

besoknya tanggal 1-11-2010 baru ettavatta, pikir punya pikir kalau sehari wa makan sayur satu macam 5.000 rupiah kalau tiga macam 15.000 rupiah dan di kali 31 hari jadi nya 465.000 lohh kok lebih murah jauh dari pada rantangan vege yang wa langganan sebulan 850.000,- pikir punya pikir wa rasanya bakal ganti nih rantangan vege wa mending beli jadi murah banyak (ini baru rencana saja, mungkin bulan depan desember baru di ganti).

Senin, 01 November 2010

SanghaDana hari VII

adalah hari terakhir dana pergi kevihara siang hari makan di kantin sujata makan mie nya enak lohh meskipun dingin tapi yah mestinya di siram kuah (kuah nya panas), tapi wa sukanya makan mie tidak basah (tidak di siram kuah), kemudian pergi dana sangha dana terus main ke warnet maen atalantica (bikin char belum pernah main nih game) kemudian ke sini lalu pulang,

Minggu, 31 Oktober 2010

SanghaDana hari VI

well seperti biasa ke ekayana lalu ke rumah vege maitereya. terus siang nya di minta belin snack sama keponakan wa, well cukup terkejut snack idaman wa ternyata masuk ke indonesia. duh dulu dibawain nih oleh oleh dari taiwan tapi di cari di Indonesia tidak ada yang jual hik hik. hari ini lihat tuh toples plastik berisi sayuran atau buah yang dikeringkan seperti french fries bedanya kalau french fries tuh kentang ini sayuran kayak kripik seperti buncis, timun, wortel, talas, timun dan macam macam sayur lain nya (beneran berasa ini kamma baik dah selama ini wa cari tidak pernah liat ada jual) cuman di dooor/ tembak  sama harga nya bussssseeet dahhhh mahhhhaaaal amat yaaaahhh.

seperti nya bila lihat lihat kamma baik wa selama seminggu ini makanan semua, mungkin gara gara nyoba vege jadi kepikiran tidak bisa makan pempek, rendang, sate, nasi campur dll. jadi tampilnya makanan kesukaan yang jadi vege semuanya.  bahkan sampai coklat vege ada lohh ( tidak memakai susu, bussseettt daaaah cap monggo)

Sabtu, 30 Oktober 2010

SanghDana hari V

hari sangha dana juga tidak terjadi apa apa, langit cerah matahari bersinar sampai lagi tulis ini tidak ada kejadian apa pun. tapi bila lihat pemasukan toko. hari ini hari yang bagus, banyak orang keluar berbelanja.

Jumat, 29 Oktober 2010

SanghaDana hari IV

seperti biasa melakukan sanghdana ke vihara ekayana, sehabis itu ke rute rumah makan vege maitreya di samping untar aku pilih sayuran  dimasak dengan jamur. hari ini sepertinya tidak ada kejadian luar biasa ketika jam 4:00 aku ingat lupa melakukan etavatta tadi pagi jadi pas toko agak sepi  keluar buku parita saku ku dan melakukan etavatta buat sanghadana tadi pagi.

tidak lama keponakan ku bilang BB (black berry)nya mau di ganti (beli baru), jadi dia menawarkan pada ku BB blold nya dengan harga satu juta rupiah untuk diri ku ( dia tulis bahwa bila aku tidak mau maka bb bold ini akan di jual ke toko seharga 2 juta rupiah). setelah mempertimbangkan sebenarnya aku tidak membutuhkan bb ini lagian aku mempunyai pilihan lain, jadi dengan pertimbangan tertentu aku  menolak pilihan membeli BB bold ini.

aku merasa kan keinginan ku yang lampau  mengingat aku pernah berpikir untuk membeli BB gemini pada waktu lampau ( ada yang menganjurkan di dc) sungguh menggoda.

entah apa yang terjadi besok

Kamis, 28 Oktober 2010

SanghaDana hari III

seperti biasa dateng ke ekayana graha melakukan sanghdana pada pagi hari minta kok wa anterin ke vihara.
setelah dianter ke vihara pas pergi ke rumah makan maitreya di samping untar ini wah makanan nya sungguh menggoda ada ikan sarden palsu, dll sangat memikat dan membuat tertegun tetapi mesti disadari aku telah menjatah sehari untuk makan an adalah 5000 jadi aku mempunyai pilihan yang sedikit diantara kemewahan makan yang di sajikan tadi pilihan jatu pada sayur hijau dan tempe setelah melihatr lebih jelas ada sayur kentang kuah dan didalam nya ada kembang tahu yang di ikat akhirnya dengan pertimbangan gizi pilih yang kentang ini karena lebih bervariasi jadi nutrisinya juga lebih beragam daripada sayur hijau atau sayur tempe saja.

siangnya pas makan siang ternyata sayur toko adalah sayur asem, lalapan hijau(buncis, wortel, labu), ayam goreng(terang ayam nya tidak bisa kumakan juga sambelnya karena mengandung terasi). jadi pesta sayur dah sore nya selain sayur asem ada tempe goreng dan tahu goreng besertas ikan goreng( yah biasa jadi ikan tidak bisa di makan). sebuah keberuntungan.

dan di toko kedatangan anggota sangha yang berobat ke toko, yang membuat ku menyadari aku mempunyai kelemahan yang tak perlu diungkapkan disini yang mesti di perbaiki.

aku menggap ini sebuah keberuntungan, kenapa seperti yang terjadi kesalahan atau kekeliruan yang kita tidak sadari dimana letak kesalahan nya membuat kita tidak dapat memperbaiki diri kita sendiri, sebalik nya bila kita tahu dimana letak kesalahan kita maka kita bisa memperbaiki kesalahan tersebut secara perlahan lahan.

Rabu, 27 Oktober 2010

SanghaDana II

pagi pagi sanghadana juga, eh pas pergi kerja koko wa lewat jalan samping untar itu yang ada rumah makan vege dari maitreya dah, wa jadi sekalian beli makan disana kebetulan juga ada pai vege semata wayang rp 3.500 wa ada beli juga [dalam nya ada buah nya ( buah nya 3 macam:kiwi dll) yah] boleh di bilang beruntung juga. hari ini hujan juga tapi pulang gak kehujanan dan jalan tidak kebanjiran yah termasuk beruntung dan bisa post disini sekalian.

lupa di sebut kemarin pulang beli emping manis pedas yang cukup besar nyobain manisan ternyata manisan tomat baru kali ininyobain manisan tomat kecil keriput mirip cherry setelah nyicipin beneran tomat lah. pulang rumah kamar wangi minyak sereh wangi yang wa letakan dalam bekas botol keramik stella ( ada tiga botol kermik stella yang anjing, rumah jamur , sama orang orangngan salju). tidur nya jadi nyenyak jadi tidak terlalu kuatir akan nyamuk ternyata bisa juga toh minyak sereh ku di taruh dalam botol keramik stella.

well, sanghadana ini sangat menarik kadang kadang kita bisa di buat terkejut dengan apa yang terjadi seperti hari ini benar benar sangat menarik.  oke report dari kemarin saja dulu biar sedikit penasaran yahh, sangat menarik apa yang akan terjadi pada besok dan sampai tanggal 31-10-2010.
 ----------------------------------------

saran ku melakukan "Sanghadana" sebanyak mungkin dalam setahun. kalau bisa setiap hari, tidak ada kata tidak mungkin toh Buddha tidak ada mengatakan bahwa kita tidak dapat melakukan sangha dana setiap hari.

cara nya "Sanghadana" tiap hari kalau di "Ekayana graha" gampang datang ke post informasi/post dana. bilang mau kasih dana nanti di kasih form dana nah di situ tulis untuk apa keperluan dana nya? wa biasa sih tulis keperluan untuk sangha dana.

nah nilai nya terserah kesanggupan you kemarin(25-10-2010) wa ada coba dana "10.000" rupiah di terima kok sama pihak ekayana graha.
hari ini coba lagi ternyata bisa kok wa hari ini (26-10-2010) dana "20.000". jadi tergantung anda mau sanghadana atau tidak, lagian hal ini juga menumbuhkan kebiasaan baik.(mau coba seminggu dah, semoga bisa "sanghadana" sampai tanggal 31-10-2010)

Selasa, 26 Oktober 2010

Sangha Dana hari I

aku melakukan sangha dana nya pas mau berangkat kerja jadi minta diantar kakak laki laki ke vihara "Ekayana Graha" dulu untuk melakukan sangha dana.
pagi pagi sibuk nyari uang 10.000 sampai minta tukar sama kakak ku, soalnya uang nya kebanyakan sudah buat dana kathina tanggal 24 -10-2010.
kenapa begini karena dari sabtu aku kena kaget soalnya mendadak melihat hasil seluruh bon toko semuanya "14.750.000" sedang yang kusetor itu cuma ada 11.000.000 jadi pikiran ku rada mumet dimana salah nya yahh.
pagi pagi setelah melakukan intropksi diri kepikiran beneran mau melakukan sanghadana setiap hari (cuma dibatasi selama 7 hari dulu ).
jadi pergi dah sesuai kata malaikat/bodhicitta ke vihara ekayana graha melakukan sanghadana ini.

setelah melakukan sangha dana duh masih takut dah jadi melafalkan tisarana berkali kali dalam hati, jadi ngandelin tisarana, pancasila, sampai agak siang setelah melakukan setoran ke dua kira kira jam dua siang duh hati jadi merasa sedikit lega gara gara baru tahu tah kesalahan mungkin bukan di perbuat wa soalnya pas setoran ke dua ini wa setor 3 juta tapi sama kakak ipar ku di tulis 2 juta jadi protes deh biasa dia saking sibuk nya jadi tulis setoran wa salah(hik merasa terbebas dari beban).

dah gitu sorenya hujan terus lagi dimana mana banyak genangan air(banjir gitu dah) mau sampai rumah(rumah di tanjung duren) di grogol jalan sudah banyak banjir akhirnya terabas jalan lewat citraland di samping pos polisi itu, lega bisa sampai rumah jam 7:30  malam. wa pikir pikir ada untung nya juga yah dana sanghadana jadi pulang kerumah tidak sampai terlalu sulit.

Rabu, 23 Juni 2010

Bangkitlah! Duduklah tegak-tegak!

Desakan yang kuat untuk mengerahkan usaha

1.    Bangkitlah! Duduklah tegak-tegak!
        Apa untungnya tidur?
        Tidur macam apa yang ada bagi yang terserang penyakit,
        Yang ditembus oleh anak panah penderitaan?                                                                       (331)
2.    Bangkitlah! Duduklah tegak-tegak!
        Berlatihlah dengan mantap untuk mencapai Kedamaian.
        Jangan biarkan Raja Kejahatan (Mara) membodohimu dan merengkuhmu ke dalam kekuasaannya,
        Karena mengetahui engkau lengah.                                                                                        (332)
3.    Atasilah nafsu keinginan ini
        Di mana para dewa dan manusia tetap terikat dan mencari kesenangan darinya.
        Jangan biarkan saat kesempatan emas1 ini berlalu.
        Mereka yang membiarkan kesempatan emas ini berlalu
        Akan meratap ketika masuk ke dalam kesengsaraan.                                                                (333)
4.    Kelengahan adalah suatu noda
        Dan demikianlah noda yang menurun
        Terus menerus, dari satu kelengahan ke kelengahan lain,
        Dengan ketekunan dan pengetahuan
        Hendaklah orang mencabut anak panah [nafsu-nafsu].                                                                (334)

http://dhammacitta.org/forum/index.php/topic,15244.0.html

disimpan sini juga biar kalau butuh tidak susah nyarinya buat menyemangati atau bersemangat.

Rabu, 16 Juni 2010

Lagi cape dan bingung

kadang kadang bingung juga apakah kita melakukan dengan baik dan bijaksana, apakah aku melakukan kesalahan. seperti yang disadari masih banyak kelemahan, kesalahan dalam prilaku kelembamman dsb nya.

Bagaimana menjalani kehidupan ini dengan baik selain pancasila, atthangga sila, meditasi semoga kariniya metta sutta dapat membimbing ku lebih baik lagi dalam prilaku.

kadang kadang cape juga tidak hanya secara phisik saja tapi mental tapi itu lah kehidupan selalu bergulir entah kemana.

kadang kadang kita ada di tengah tengah perspektif orang yang sangat berlawanan satu sama lain, kedua nya bisa menghimpit kita, meskipun kita mengetahui cara pandang masing masing orang tapi kadang tetap melelahkan menghadapi keduanya  bila kita berada di tengah tengah pandangan mereka.

semoga semua mahluk berbahagia.    

Minggu, 23 Mei 2010

ke "Vihara Bodhi Dharma"

tanggal 21 mei 2010

kemarin di bawa cici ke vihara Bodhi dharma di karang anyar, jakarta. well  ketemu rupang Brahma Sahampati lagi. di seret kesini karena cici bilang ada acara kakek dan nenek kembang ( ya wa kira ada apa) ternyata buat jodoh punya tohh.

oh ya omong omong tuh tombak nya ganti rupa disini rupang nya Brahma sahampati ini pake tongkat bukan tombak(spear).

dapet contekan dari thread theravada tentang sivali

Tongkat
Melambangkan dukungan, bantuan pada saat dibutuhkan. Hal ini juga berarti tidak mudah jatuh atau roboh.

Tas (kantong)
melambangkan kemampuan untuk mengakumulasi hal-hal yang baik atau kemampuan untuk menjaga satu barang.

ohya ada lagi tentang gajah, gajah yang bangkit dari lumpur ada dari dhammapada (well ketika beli tipitaka tematik) lsg depan nya disodoroin gambar gajah yang bangkit dari lumpur.  dan kata kata tentang gajah yang bangkit dari lumpur dari dhammapada.

http://dhammacitta.org/forum/index.php/topic,16558.msg265873/topicseen.html#msg265873

Sabtu, 15 Mei 2010

Tipitaka Tematik

well, hari ini baru beli tipitaka tematik, well baca baca sampai pada bagian awal lewat sampai "perihnya rasa sakit".
membaca ini membangkitkan kenangan.

aku akan bercerita selama aku bekerja sebagai kasir ini aku pernah mengalami kejadian di perlakukan dengan buruk dan di fitnah orang.

Suatu hari pada masa lalu toko ku kedatangan saudara tiri dari kakak ipar ku, mereka mengatakan bahwa salah satu saudara  mereka (saudara tiri) ada yang sakit kanker dan membutuh kan dana untuk berobat.

kakak ipar ku mengatakan dia tidak ada hubungan dengan mereka dan dia kan pikir pikir untuk membantu mereka.

keesokan hari nya sebenarnya aku bangun pagi merasa badan sakit sekali biasa nya merupakan tanda tanda tidak baik  ( biasa nya aku menuruti tanda tanda ini jadi tidak masuk) tetapi aku merasa harus bisa melewati ini dan berusaha meyakin kan diri bisa melewati ini ( menghindar terus toh tidak akan berguna suatu ketika akan datang juga).

ketika masuk kerja aku di titipi amplop untuk di berikan kepada 2 orang wanita yang dateng kemarin tersebut. dan di titipi pesan terhadap mereka.

setelah agak siang sedikit 2 orang wanita ini datang dan aku menyerahkan amplop tersebut dan menyampaikan pesan yang di titipi. mereka membuka maplop tersebut dan tidak terima hanya di berikan dana segitu dalam amplop. mulai lah mereka mencak mencak dan membuat keributan, dan sumpah sarapah keluar dari mulut mereka. kedua wanita ini berinisial o dan w, tadi nya kau berusaha menenang kan suasana tapi kata w aku jangan ikut campur ini urusan keluarga oke dah wa jadi diam dan kemabli pada tempat duduk wa dan menangani pembeliu. sementara keamanan yang di panggil tidak mampu berbuat apa apa.

Setelah bersumpah sarapah dan mengatakan akan mengacau juga akan membakar toko. o mulai berpindah tempat bahwa di akan tinggal di tempat dan duduk karena dia duduk tidak jauh dari tempat ku bekerja ( meja ku), otomatis aku berusaha menulikan telinga seakan- akan tidak mendengar apa pun dari mulut o ini, mulai lah dia mencaci maki kakak ipar wa tidak lama kemudian wa juga turut menjadi obyek caci mereka terutama oleh o.   

stelah lama bersabar dan tidak menghiraukan perkataaan mereka ( aku masih menyangka bahwa waktu itu aku benar benar kebal terhadap segala omongan mereka, karena aku sudah merasakan tadi pagi dan mempersiapakan diri terhadap hal semacam ini) entah kenapa tiba tiba perkataan nya yang telah di ulang ulang berkali kali itu tiba tiba masuk menusuk dan rasanya sakit luar biasa hingga tidak tertahan kan waktu itu juga aku ingin orang yang ada di hadapkan ku yang melukai  ku merasakan penderitaan yang aku rasakan pada saat itu juga. Aku ingin orang dihadapakan ku musnah,  aku berusaha mengendalikan pikiran saat itu dan rasa sakit yang ada, ketika berusaha mengendalikan diri  rasanya seperti di tarik tarik rantai baja, berusaha dari musnah jadi menyingkirkan saja dan menyingkirkan berusaha jadi memindahkan saja ketempat yang jauh.

semua ini terjadi dalam waktu yang cukup singkat, ketika itu juga wa telah bangkit dan melempar steaples ke arah perut mereka tadi nya sih ingin ke wajah mereka. kemudian menangkap tangan mereka  dan menyeret mereka keluar  ketika sampai dekat depan toko aku berhasil mengendalikan diri hingga tidak jadi melempar mereka keluar dari toko dan tenaga yang ada tiba tiba lenyap. jadi aku melepas mereka. kemudian kembali ke tempat mejakerja ku berada.

bangkit lah mereka dan salah satu o sudah berjalan keluar kemudian w berpura pura terjatuh ketika menaiki tangga sehingga membuat o kuatir hingga dengan cepat mendatangi nya tapi dia benar benar terpeleset dan kepalanya membentur siku anak tangga kayu. si w terus berpura pura merasa sakit dan mengeletak di tanah, sedangkan si o cepat berdiri lagi kemudian mendatangi si w tidak lama kemudian si o merasa pusing akibat terbentur. fitnah yang di lancarkan w berbalik jadi o yang celaka beneran, ambulan yang tadinya dateng untuk w malah sekarang di pergunakan untuk si o.   

Mereka memfitnah diri ku membuat mereka celaka dari w menjadi o jelas jelas aku tahu o kepeleset karena hendak menolong w. jadi lah aku sang tersangka di giring ke polsek taman sari. aku merasakan kebencian yang sangat luar biasa atas perlakuan mereka ini dan dendam yang amat sangat pada waktu itu meski di luar aku percaya pada tuhan maha melihat biar di bawa ke pengadilan tuhan dan sampai ke hadapan  Buddha aku pun berani, aku tidak dapat terima di perlakukan seperti ini karena aku tidak mengenal mereka dan selama ini aku melayani mereka dengan baik, ketika mereka ber tandang ketempat kerja ku meski pun mereka berhadapan dan membuat ulah di toko.

kemudian dateng suami w dan keluarga mereka, meski pun aku berusaha meredam semuanya (kebencian dan dendam) berusaha bersikap ramah kepada mereka tapi aku percaya tuhan dan Buddha maha mengetahui, mereka menakut nakuti diri dengan mengatakan bahwa aku harus bertanggung jawab terhadap anak o apabila terjadi apa apa pada o, dsb heh tuhan maha melihat dan buddha apa pun saat ini berada maha mengetahui, aku toh tidak takut hancur mau mati bersama sama boleh, apa yang mereka lakukan dengan tubuh bagian luar atau fisik ku dengan mengirim ku kepenjara selama tiga hari. aku percaya akan keadilan akan di tegak kan untuk ku. setelah aku menceritakan kejadian sesungguh nya, polisi berbalik menahan o yang habis keluar rumah sakit dan tinggal satu kamar dengan para tahanan laki laki.

kalau tidak ada kejadian ini mungkin aku tidak tahu rasa benci dan dendam seperti apa, dan baru benar benar merasakan seperti apa kata benci sampai ketulang.

membutuhkan waktu yang lama untuk menghilangkan semua ini dan membutuh kan waktu yang lama untuk menyadari apa yang sesungguh nya terjadi pada waktu itu, pertanyaan kenapa bisa timbul rasa sakit yang amat sangat dalam diri ku pada waktu itu. 


setelah melakukan analisa pada waktu yang lampau tentang apa yang terjadi hasilnya mirip mirip dengan ada pada tipitaka tematik ini pada bagaian "perih nya rasa sakit: cuma kalau aku mengunakan pisau sebagai perumpamaan, di tematik mengunakan panah (well belum pernah terluka olah panah jadi tidak tahu rasanya, kalau luka kepotong pisau kalau lagi motong pernah )

Rabu, 12 Mei 2010

Belanja bulanan lagi

wah dah belanja bulanan lagi buat toko prostex dan pewangi lantai sudah habis.
habis makan gudeg di pinngir jalan sambil minta tidak pake krecek dan opor ayam nya soalnya lagi vegetarian.
well biar juga masyarakat indonesia tahu (terutama pedagang kecil) ada umat buddha kira kira seperti apa misal nya vegetarian gitu.

Jumat, 07 Mei 2010

Vihara "Dewi Samudra"

waduh hari ini diseret cici sembahyang ke vihara dewi samudra bandengan jakarta karena ada acara  ma co po (tidak tahu apaan tuhh).

liat liat ada buddha di dekat pintu masuk terus kedalam ada makanan cia cai nya dan juga altar Buddha nya di sebelah kanan sayang tidak terlihat ada pandita Buddhanya ( atau anggota sanghanya)?