TB De Lawas,
Jl. Tanjung Duren Barat Raya No. 10 (dekat Cafe Strawberry)
Jakbar,
Telepon : 08159696858
Habis jual buku lama dan dvd lama ke delawas.
Dvd nya di kilooin lohh sekilo Rp1.000,-
Tampilkan postingan dengan label Barang Bekas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Barang Bekas. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 24 September 2011
Rabu, 21 September 2011
Jual Beli Barang Bekas
Abah Siyo
Jual beli barang bekas,
menerima perlatan rumah tangga, koran, kardus, kertas, aki, ac, besi tua, almari, komputer, tembaga, dll
Hp: 0812 8851 7544
Telp: 021 - 90233187
Alamat:
Jl. Sekertaris Rt. 006/02 Guji Baru
Kepa Duri,
Kec. Kebun Jeruk,
Jakarta Barat.
Yang Lain:
Fadli
Hp: 0878 7575 017
Aku tidak menganjurkan menggunakan alamat ini kecuali kepepet, sebaiknya mencari atau berkenalan dengan tukang barang bekas yang biasa lewat didepan rumah misalnya dengan menjual koran bekas yang ada di rumah kita.
Tukang barang bekas ini bisa menerima puing puing bangunan jadi kalian tidak hanya menjual barang bekas kalian tetapi juga bisa menggunakan barang bekas kalian untuk sekalian di gunakan untuk pembayaraan untuk mengangkat puing puing bangunan.
Sebaiknya Barang bekas nya di tahan dulu atau di minta hargai dahulu baru kemudian setelah transaksi berjalan angkut dahulu puing puing bangunan nya baru Barang bekas nya terakhir diangkut.
Aku ada kecolongan AC WINDOWdiangkut dahulu tanpa di Hargai dahulu dan masih diminta ongkos untuk mengangkut puing puing bangunan.
Kemudian baru Wa ketahui bahwa Ac Window tersebut bisa di hargai dengan harga Rp 350.000,- , yah sudalah kesepakatan sudah terjadi masa di cancel sihh namanya ini keberuntungan dia.
note:
Menerima juga kertas kertas yang sudah tidak di pakai di kantor ( kertas file dokument yang sudah tidak terpakai lagi).
Jual beli barang bekas,
menerima perlatan rumah tangga, koran, kardus, kertas, aki, ac, besi tua, almari, komputer, tembaga, dll
Hp: 0812 8851 7544
Telp: 021 - 90233187
Alamat:
Jl. Sekertaris Rt. 006/02 Guji Baru
Kepa Duri,
Kec. Kebun Jeruk,
Jakarta Barat.
Yang Lain:
Fadli
Hp: 0878 7575 017
Aku tidak menganjurkan menggunakan alamat ini kecuali kepepet, sebaiknya mencari atau berkenalan dengan tukang barang bekas yang biasa lewat didepan rumah misalnya dengan menjual koran bekas yang ada di rumah kita.
Tukang barang bekas ini bisa menerima puing puing bangunan jadi kalian tidak hanya menjual barang bekas kalian tetapi juga bisa menggunakan barang bekas kalian untuk sekalian di gunakan untuk pembayaraan untuk mengangkat puing puing bangunan.
Sebaiknya Barang bekas nya di tahan dulu atau di minta hargai dahulu baru kemudian setelah transaksi berjalan angkut dahulu puing puing bangunan nya baru Barang bekas nya terakhir diangkut.
Aku ada kecolongan AC WINDOWdiangkut dahulu tanpa di Hargai dahulu dan masih diminta ongkos untuk mengangkut puing puing bangunan.
Kemudian baru Wa ketahui bahwa Ac Window tersebut bisa di hargai dengan harga Rp 350.000,- , yah sudalah kesepakatan sudah terjadi masa di cancel sihh namanya ini keberuntungan dia.
note:
Menerima juga kertas kertas yang sudah tidak di pakai di kantor ( kertas file dokument yang sudah tidak terpakai lagi).
Rabu, 17 Agustus 2011
Pasar baju branded second ! ! !
wah tadi wa ke pasar senen ikut pegawai toko kenalan ku kesana dia mau
beli baju untuk lebaran mudik, setelah tiba ke pasar senen lama ke
lantai tiga nya.
beneran lohh banyak baju second (bekas), ada yang dari luar negri punya tuh satu lantai penuh pedagang baju second, topi second, jacket second, jas second, jeans second, sepatu second, tas second, sarung tangan second, syal/scarf second, bahkan baju dalam second seperti bra second, korset second, underpantie(celana dalam ) second juga ada lohh, semua rata rata tuh barang second semua nya di sana kecuali penjualan minuman gitu.
Wa lihat lihat ini barang barang nya ada yang dijual di gantung dan ada yang masih belum di pilah pilah dan harga nya sangat sangat murah dan harus bisa menawar nya, ada yang teriak 3 baju yang dimeja 10.000,- , ada topi 3 buah 5.000,- dll. Asal barang banyak dari korea dan jepang. selain itu ada kemeja yang sudah di laundry dan di gantung dengan bungkusan plastik wa kira ini barang sisa eksport atau gagal eksport ternyata ini kemeja kemeja kerja dah di laundry (cuci) punya, harga jual nya memang rada sedikit mahal dari belum yang di laundry.
Melihat fenomena ini pasar baju second asal import ini juga tidak hanya ada di pasar senen, kabarnya pasar tanah abang juga ada (entah ada dimana letak nya).
Melihat hal ini kasihan juga konveksi atau tektil indonesia maka bisa di bilang industri tekstil kita ada di masa sunset industry yah kayak gini, tempat tersebut ramai nya bukan main.
coba banding kan pasar baju second ini dengan ramayana, matahari bahkan mungkin sogo barang barang nya tidak banyak variasi nya dari pada tempat -tempat (pasar baju second) seperti ini.
Harus di ingat baju second adalah baju yang di beli oleh pembeli pertama karena menarik kemudian di buang / dijual kembali dengan beberapa alasan.
Jadi bagi calon calon designer mungkin perlu melihat lihat tempat seperti ini bagaimana mereka melakukan kombinasi antara jahitan, bahan, ornament dll
Bayangkan pegawai toko tersebut dengan uang Rp 210.000,- bisa membawa pulang baju 10 potong.
ada dua sisi dari masalah ini bila melihat sisi para pekerja tekstil dalam negri ini merugikan karena barang mereka tidak laku di jual karena kalah dari segi harga, bila melihat sisi pemerintah apakah mereka membayar pajak ke pada pemerintah atau ada suap?, bila melihat dari segi kesehatan pemerintah ada membakar pakaian pakaian bekas ini karena takut menjadi sumber penyakit hal ini ada benarnya ( bahkan mungkin dengan maksud yang berbeda dari apa yang di katakan tersebut).
Bila melihat dari sisi berpendapatan rendah, yang ber kemampuan rendah/ daya beli rendah, baju baju ini sangat menolong mereka, mereka mendapat baju atau pakaian dengan barang yang cukup berkualitas bahkan branded segala lohh yang sesuai dengan daya beli mereka.
beneran lohh banyak baju second (bekas), ada yang dari luar negri punya tuh satu lantai penuh pedagang baju second, topi second, jacket second, jas second, jeans second, sepatu second, tas second, sarung tangan second, syal/scarf second, bahkan baju dalam second seperti bra second, korset second, underpantie(celana dalam ) second juga ada lohh, semua rata rata tuh barang second semua nya di sana kecuali penjualan minuman gitu.
Wa lihat lihat ini barang barang nya ada yang dijual di gantung dan ada yang masih belum di pilah pilah dan harga nya sangat sangat murah dan harus bisa menawar nya, ada yang teriak 3 baju yang dimeja 10.000,- , ada topi 3 buah 5.000,- dll. Asal barang banyak dari korea dan jepang. selain itu ada kemeja yang sudah di laundry dan di gantung dengan bungkusan plastik wa kira ini barang sisa eksport atau gagal eksport ternyata ini kemeja kemeja kerja dah di laundry (cuci) punya, harga jual nya memang rada sedikit mahal dari belum yang di laundry.
Melihat fenomena ini pasar baju second asal import ini juga tidak hanya ada di pasar senen, kabarnya pasar tanah abang juga ada (entah ada dimana letak nya).
Melihat hal ini kasihan juga konveksi atau tektil indonesia maka bisa di bilang industri tekstil kita ada di masa sunset industry yah kayak gini, tempat tersebut ramai nya bukan main.
coba banding kan pasar baju second ini dengan ramayana, matahari bahkan mungkin sogo barang barang nya tidak banyak variasi nya dari pada tempat -tempat (pasar baju second) seperti ini.
Harus di ingat baju second adalah baju yang di beli oleh pembeli pertama karena menarik kemudian di buang / dijual kembali dengan beberapa alasan.
Jadi bagi calon calon designer mungkin perlu melihat lihat tempat seperti ini bagaimana mereka melakukan kombinasi antara jahitan, bahan, ornament dll
Bayangkan pegawai toko tersebut dengan uang Rp 210.000,- bisa membawa pulang baju 10 potong.
ada dua sisi dari masalah ini bila melihat sisi para pekerja tekstil dalam negri ini merugikan karena barang mereka tidak laku di jual karena kalah dari segi harga, bila melihat sisi pemerintah apakah mereka membayar pajak ke pada pemerintah atau ada suap?, bila melihat dari segi kesehatan pemerintah ada membakar pakaian pakaian bekas ini karena takut menjadi sumber penyakit hal ini ada benarnya ( bahkan mungkin dengan maksud yang berbeda dari apa yang di katakan tersebut).
Bila melihat dari sisi berpendapatan rendah, yang ber kemampuan rendah/ daya beli rendah, baju baju ini sangat menolong mereka, mereka mendapat baju atau pakaian dengan barang yang cukup berkualitas bahkan branded segala lohh yang sesuai dengan daya beli mereka.
Langganan:
Postingan (Atom)